Kabarminang – Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumatera Barat menggelar aksi demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat, Jl. Jenderal Sudirman, Padang Pasir, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang pada Senin (29/6/2026) sore. Aksi tersebut dilakukan untuk mendesak penuntasan sejumlah kasus hukum yang dinilai belum terselesaikan di wilayah Sumatera Barat.
Pantauan Sumbarkita, massa mulai memadati kawasan sekitar Polda Sumbar sekitar pukul 15.45 WIB. Momentum aksi sengaja dilakukan bertepatan dengan dinamika pergantian kepemimpinan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kapolda Sumbar.
Dalam orasinya, massa menyebut pergantian pimpinan tidak boleh menghilangkan catatan persoalan penegakan hukum yang belum dituntaskan.
Salah seorang orator menyampaikan bahwa pihaknya membawa “rapor merah” sebagai bentuk kritik terhadap kinerja penegakan hukum selama periode sebelumnya.
“Kami datang membawa rapor merah untuk Polda Sumbar agar pejabat baru tahu ada utang keadilan yang ditinggalkan,” ujar salah seorang orator.
Aksi tersebut mengangkat sejumlah tuntutan utama. Massa mendesak Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk memeriksa Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta terkait dugaan kelalaian selama menjabat sebagai Kapolda Sumbar.
“Mabes Polri harus memeriksa Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta atas dugaan kelalaian fatal selama memimpin di sini,” tegas orator.
Selain itu, demonstran juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas jaringan narkoba skala besar yang pernah terungkap di Kota Padang, termasuk mengungkap pihak-pihak yang diduga terlibat sebagai pelindung aktivitas tersebut.
















