Kabarminang – Gerakan literasi di Kabupaten Padang Pariaman kembali menorehkan prestasi membanggakan. Sebuah buku berjudul “Tidak Harus Tergesa-gesa”, karya penulis muda Rizky Utama asal Nagari III Koto Aua Malintang, Kecamatan IV Koto Aua Malintang, berhasil mencuri perhatian dan mendapat apresiasi langsung dari Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Aziz.
Buku tersebut merupakan refleksi pribadi penulis yang menyampaikan pesan sederhana namun bermakna: pentingnya memberi ruang jeda dalam hidup yang serba cepat. Dalam tanggapannya, Bupati John Kenedy Aziz menyebut karya ini sebagai pengingat penting bagi generasi muda agar tidak larut dalam tekanan dan kecepatan dunia modern.
“Buku ini mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru, untuk memberi ruang pada diri sendiri agar mampu berpikir lebih jernih. Pesan yang sederhana, tetapi kuat,” ujar Bupati John Kenedy Aziz.
Ia juga menilai bahwa karya seperti ini sangat relevan dengan kondisi psikologis generasi muda saat ini yang kerap mengalami kecemasan dan tekanan.
Menurut Bupati, kehadiran penulis muda seperti Rizky Utama merupakan bukti bahwa potensi literasi di Padang Pariaman sangat besar. Ia berharap lebih banyak anak muda terinspirasi untuk menulis, berkarya, dan menyampaikan gagasannya kepada publik.
Rizky Utama, sang penulis, mengungkapkan bahwa buku ini ditulis berdasarkan pengalaman pribadi yang ia alami selama masa pencarian jati diri. Ia tidak menyangka bahwa karyanya akan mendapat perhatian dari kepala daerah.
“Saya menulis buku ini dengan hati, dan berharap bisa menemani siapa saja yang sedang merasa perlu berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rizky menyebut bahwa apresiasi yang diterimanya menjadi dorongan moral untuk terus menulis dan terlibat dalam gerakan literasi. Ia juga berkomitmen untuk mendukung program-program literasi yang digagas pemerintah daerah maupun komunitas lokal.
Apresiasi terhadap buku “Tidak Harus Tergesa-gesa” ini juga menjadi penegas bahwa Padang Pariaman sedang berada di jalur yang tepat dalam membangun budaya literasi. Dukungan pemerintah terhadap para penulis muda menjadi modal penting dalam menciptakan ekosistem kreatif yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan adanya karya-karya seperti ini, Padang Pariaman menunjukkan bahwa daerah pun mampu menjadi pusat lahirnya pemikiran-pemikiran segar dari anak muda. Harapan ke depan, akan semakin banyak penulis lokal yang berani menyuarakan suara hatinya melalui tulisan, memberi warna baru dalam dunia literasi Indonesia.













