Kemudian, Gibran mengajuk ibunya pulang. Karena medan di lokasi menyulitkannya, untuk mengendarai sepeda motor, yaitu tanjakan dan jalan licin, Ramadanis meminta anaknya berjalan kaki untuk mengikuti sepeda motor yang dikendarainya.
“Setelah ibunya sampai di puncak tanjakan, Gibran tidak kunjung naik ke atas. Karena itu, ibu turun ke pinggir sungai untuk mencari anaknya. Dia mendapati korban tenggelam di dalam lubang bekas galian C di pinggir sungai,” ujar Hendra.
Hendra mengatakan bahwa Ramadanis dan dua warga mengeluarkan korban dari lubang bekas galian C, lalu membawanya ke Puskesmas Airpura. Di puskesmas, kata Hendra, korban dinyatakan meninggal dunia oleh petugas medis. Ia menyebut bahwa dengan hati sedih, Ramadanis membawa jenazah anaknya pulang ke rumah untuk dimakamkan.
















