Sementara itu, Tabuik dari wilayah Subarang juga akan melaksanakan prosesi serupa di tempat yang telah ditentukan. Setelah kedua Tabuik selesai dihoyak di lokasi masing-masing, keduanya akan bergerak menuju Pantai Gandoriah yang menjadi pusat kegiatan puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman.
Di kawasan pantai, ribuan masyarakat biasanya memadati sepanjang jalur yang dilalui Tabuik. Kehadiran dua Tabuik dari dua wilayah berbeda itu selalu menjadi daya tarik utama yang dinantikan pengunjung.
Zulbahri mengatakan perjalanan menuju Pantai Gandoriah menjadi bagian yang paling menguras tenaga karena Tabuik harus terus dijaga keseimbangannya di tengah kerumunan masyarakat yang memadati jalur prosesi.
Setelah seluruh rangkaian selesai, Tabuik akan dibawa ke tepi pantai untuk menjalani prosesi pembuangan ke laut. Tahapan tersebut menandai berakhirnya seluruh rangkaian perayaan Tabuik yang telah berlangsung sejak awal bulan Muharam.
Karena melibatkan ribuan masyarakat dan menutup sejumlah ruas jalan utama, pengaturan lalu lintas menjadi salah satu aspek penting dalam pelaksanaan puncak acara. Jalur yang akan dilalui Tabuik harus steril dari kendaraan guna memberi ruang bagi para pengusung dan masyarakat yang menyaksikan prosesi.
Zulbahri berharap seluruh rangkaian puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tradisi yang telah diwariskan turun-temurun itu tidak terlepas dari dukungan masyarakat yang ikut menjaga ketertiban selama acara berlangsung.
“Tabuik ini adalah warisan budaya masyarakat Pariaman. Kami berharap seluruh prosesi berjalan lancar dan masyarakat bisa menikmati setiap tahapan dengan aman dan tertib,” kata Zulbahri.
















