Kabarminang – Puncak Pesona Hoyak Tabuik Piaman 2026 pada Minggu (28/6) menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu masyarakat dan wisatawan setiap tahunnya. Di balik kemeriahan prosesi tersebut, terdapat persiapan panjang yang melibatkan banyak pihak, termasuk para anak tabuik yang bertugas mengusung bangunan Tabuik berukuran raksasa.
Tuo Tabuik Pasa, Zulbahri, mengatakan Tabuik yang akan dihoyak pada puncak perayaan memiliki tinggi sekitar 12 meter. Dengan ukuran tersebut, bobot Tabuik diperkirakan mencapai ratusan kilogram sehingga membutuhkan banyak tenaga untuk mengangkat dan membawanya sepanjang rute prosesi.
Menurut Zulbahri, hingga kini belum pernah dilakukan penimbangan secara resmi terhadap Tabuik. Namun berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, berat bangunan yang terbuat dari kayu, bambu, rotan, dan berbagai material lainnya itu diperkirakan mencapai sekitar 500 kilogram.
“Kalau ditimbang secara pasti memang belum pernah. Tapi berdasarkan pengalaman kami selama ini, beratnya diperkirakan sekitar setengah ton,” kata Zulbahri, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan, jumlah orang yang dibutuhkan untuk mengusung Tabuik tidak sedikit. Setidaknya 20 pria dewasa harus berada di bawah Tabuik saat prosesi berlangsung agar beban dapat terbagi secara merata.
Meski demikian, para pengusung tidak bekerja secara terus-menerus. Selama perjalanan, pergantian personel dilakukan secara berkala untuk menjaga stamina dan keselamatan para anak tabuik yang terlibat dalam prosesi.
“Minimal sekitar 20 orang yang mengangkat. Nanti dilakukan bergantian karena jarak yang ditempuh cukup jauh dan tentu membutuhkan tenaga yang besar,” ujarnya.
Pada hari puncak, kata Zulbahri, Tabuik Pasa akan menjalani prosesi yang dikenal dengan sebutan Naik Pangkek di kawasan Pasar Pariaman. Prosesi tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum Tabuik dibawa menuju lokasi akhir perayaan.
















