Kamis, April 23, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Anggota Suku Anak Dalam Keroyok Pria Tua di Dharmasraya

Holy Adib
Kamis, 23 April 2026 16:58
in Peristiwa
Polisi, kepala jorong, sekretaris wali nagari, camat, dan perwakilan Suku Anak Dalam bermusyawarah di rumah Kepala Jorong Sungai Bungur, Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak, Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu (22/4/2026).

Polisi, kepala jorong, sekretaris wali nagari, camat, dan perwakilan Suku Anak Dalam bermusyawarah di rumah Kepala Jorong Sungai Bungur, Nagari Padukuan, Kecamatan Koto Salak, Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), pada Rabu (22/4/2026).


Kesalahpahaman lain muncul, kata Sunarno, ketika orang SAD mengira bahwa tangan anak perempuan yang memecahkan kaca terluka karena diserang oleh parang oleh Ratna, yang saat ini memegang parang. Padahal, Ratna tidak menyerang anak SAD dengan parang.

Ketika keributan itu terjadi, kata Sunarno, ia sedang berada di ladang. Pukul 7.30 WIB ia mendapatkan laporan keributan itu dari warga, lalu langsung menuju rumah Jimel. Setibanya di sana pukul 8.00 WIB, ia langsung berbicara dengan orang SAD, yang memang sudah mengenalnya karena sering berkomunikasi. Ia juga menghubungi polisi untuk mengamankan keributan itu.

Sekitar pukul 9.30 WIB, kata Sunarno, datang sejumlah polisi, Camat Koto Salak, Sekretaris Nagari Padukuan, dan Kepala Puskesmas Sitiung II. Ia kemudian mengajak orang SAD untuk berembuk di rumahnya, yang berjarak sekitar 700 meter dari rumah Jimel, demi menyelesaikan masalah itu. Dalam musyawarah itu, perwakilan orang SAD menuntut ganti rugi karena salah satu anak mereka terluka akibat parang yang diayunkan Ratna menurut versi mereka.

“Kata mereka, menurut hukum mereka, satu anak SAD ditepuk saja dendanya Rp15 juta, apalagi terluka kena parang. Jadi, mereka mengalikan Rp15 juta dengan enam anak mereka sehingga total denda yang harus dibayar Pak Jimel menjadi Rp90 juta,” ucap Sunarno.

Karena tidak sanggup membayar denda sebanyak itu, kata Sunarno, Jimel meminta pengurangan denda. Ia menyebut bahwa Jimel hanya sanggup membayar Rp10 juta. Orang SAD tidak mau menerima denda Rp10 juta itu karena terlalu kecil.

“Mereka kemudian menurunkan denda menjadi Rp60 juta. Keluarga Jimel terus bernegosiasi untuk menurunkan harga denda. Sebenarnya orang SAD hampir mau denda menjadi Rp20 juta. Namun, adik Bu Ratna datang dan kesal karena musyarah sudah beberapa jam, tetapi belum juga selesai. Dia lalu bilang perang saja dengan orang SAD. Mendengar hal itu, orang-orang SAD langsung bubar, lalu mengambil senapan mereka. Orang-orang yang hadir dalam musyawarah itu jadi ketakutan kena tembakan senapan SAD. Situasi yang awalnya tenang berubah menjadi keributan,” tutur Sunarno.

Di tengah keributan itu, kata Sunarno, datang polisi bernama Julius, pindahan dari Tebo, Provinsi Jambi. Sunarno mengatakan bahwa orang-orang SAD itu mengenal Julius dan segan kepada polisi berambut panjang tersebut. Ketika Julius berbicara dan meminta orang SAD untuk tenang, semuanya patuh dan tenang.

“Kemudian, disepakati denda menjadi Rp30 juta. Keluarga Pak Jimel pun menyerahkan uang tersebut kepada orang SAD. Setelah itu, kedua belah pihak membuat surat perjanjian perdamaian. Mediasi tersebut berakhir pukul 15.00 WIB,” ucap Sunarno.


halaman 2 dari 2
Prev12
Tags: bentrok warga dan komunitas adatdenda adat Suku Anak Dalamhukum adat Suku Anak Dalamhukum adat vs hukum negarakasus pengambilan durian tanpa izinkasus pengeroyokan warga Sumatera Baratkeamanan masyarakat pedesaankejadian kriminal Dharmasraya 2026kekerasan akibat salah pahamkeributan warga Koto Salak Dharmasrayakesalahpahaman budaya masyarakat adatkonflik sosial masyarakat dan SADkonflik Suku Anak Dalam Dharmasrayamediasi konflik masyarakat adatnegosiasi denda adat SADpenyelesaian konflik secara musyawarahperan polisi dalam konflik sosialperdamaian konflik masyarakat Sumbarperistiwa Jorong Sungai Bungursengketa durian masyarakat adat

Berita Terkait

Hari Keenam Pencarian, Dua Pelajar SD yang Tenggelam di Pantai Ulak Karang Padang Belum Ditemukan

Hari Keenam Pencarian, Dua Pelajar SD yang Tenggelam di Pantai Ulak Karang Padang Belum Ditemukan

23 April 2026
Xenia Lepas Kendali, Tabrak Truk, Motor, dan Warung di Padang Pariaman

Xenia Lepas Kendali, Tabrak Truk, Motor, dan Warung di Padang Pariaman

23 April 2026
1 Gudang dan 7 Motor Hangus Terbakar di Padang

1 Gudang dan 7 Motor Hangus Terbakar di Padang

23 April 2026
Siswa SMK PP Asal Agam Tewas karena Motornya Tabrak Truk di Limapuluh Kota

Siswa SMK PP Asal Agam Tewas karena Motornya Tabrak Truk di Limapuluh Kota

23 April 2026
Video: Detik-Detik Aksi Begal Payudara Terekam CCTV di Padang

Video: Detik-Detik Aksi Begal Payudara Terekam CCTV di Padang

22 April 2026
Berteduh di Tengah Sawah, Tiga Warga Disambar Petir di Agam, Satu Tewas

Berteduh di Tengah Sawah, Tiga Warga Disambar Petir di Agam, Satu Tewas

22 April 2026
Next Post
Video: Aksi Pencuri Kotak Amal Masjid di Solok Selatan Terekam CCTV

Video: Aksi Pencuri Kotak Amal Masjid di Solok Selatan Terekam CCTV

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Kronologi Pilu Kematian Alceo di RSUP M Djamil, Ibu Sebut Dugaan Pelanggaran SOP

Kronologi Pilu Kematian Alceo di RSUP M Djamil, Ibu Sebut Dugaan Pelanggaran SOP

17 April 2026

Viral! Seorang Ibu Ungkap Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil Padang hingga Anaknya Meninggal Dunia

Viral! Seorang Ibu Ungkap Dugaan Kelalaian RSUP M Djamil Padang hingga Anaknya Meninggal Dunia

16 April 2026

Enam Saksi Diperiksa, Polisi Dalami Kasus Tewasnya Pemburu Babi di Padang Pariaman

Akui Lalai, Petani 62 Tahun Jadi Tersangka Tewasnya Pemburu Babi di Padang Pariaman

18 April 2026

Pemburu Babi Tewas Tertembak di Padang Pariaman, Polisi Ungkap Tembakan Bersarang di Dada

Pemburu Babi Tewas Tertembak di Padang Pariaman, Polisi Ungkap Tembakan Bersarang di Dada

16 April 2026

Heboh! Detik-Detik Pria Tanpa Busana Digerebek Ibu dan Penghuni Kos Wanita di Padang

Heboh! Detik-Detik Pria Tanpa Busana Digerebek Ibu dan Penghuni Kos Wanita di Padang

18 April 2026

Kecelakaan Truk CPO vs Motor di Padang Pariaman Tewaskan Satu Orang

Kecelakaan Truk CPO vs Motor di Padang Pariaman Tewaskan Satu Orang

18 April 2026

Berenang di Laut, Dua Siswa SD di Padang Hilang

Berenang di Laut, Dua Siswa SD di Padang Hilang

18 April 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.