Beni juga menyayangkan sikap Pemprov Sumbar yang kurang peka terhadap prioritas kebutuhan daerah. Ia mengatakan bahwa penggunaan anggaran belanja daerah seharusnya berlandaskan pada asas kepatutan, kewajaran, serta efektivitas penggunaan uang negara untuk kesejahteraan masyarakat umum.
“Langkah kritis dari DPRD Sumbar saat ini ditunggu oleh masyarakat luas untuk membuktikan fungsi pengawasan dewan tidak mandul. Apabila legislatif hanya diam, kekhawatiran publik terhadap adanya kongkalikong anggaran antara eksekutif dan legislatif di tingkat daerah akan semakin menguat,” ujar Beni.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumbar, Rifda Suryani, menerangkan bahwa pembangunan sumur bor tersebut tidak diperuntukkan sebagai fasilitas pribadi. Ia menyebut bahwa pembangunan itu merupakan bagian dari langkah mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi persoalan air bersih yang sewaktu-waktu dapat terjadi di kawasan perkotaan.
Rifda menjelaskan bahwa kebutuhan sumber cadangan air menjadi semakin penting karena gangguan distribusi PDAM maupun kondisi darurat air bersih masih kerap dialami masyarakat, terutama saat terjadi bencana atau gangguan pelayanan air. Menurutnya, pemerintah belajar dari berbagai kondisi sebelumnya, termasuk saat sebagian wilayah Kota Padang mengalami krisis air bersih ketika bencana terjadi. Dalam situasi seperti itu, katanya, masyarakat sering kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dasar sehari-hari.
“Ketika air mati, masyarakat kesulitan. Pemerintah tentu tidak bisa hanya menunggu kondisi terjadi. Harus ada langkah mitigasi dan titik cadangan air yang sewaktu-waktu bisa dimanfaatkan saat kondisi darurat,” ujar Rifda pada Minggu (24/5/2026).
Rifda menjelaskan bahwa lokasi rumah dinas wagub dipilih karena merupakan aset pemerintah yang strategis, berada di pusat kota, mudah dijangkau, memiliki fasilitas pendukung, dan tidak memerlukan pembebasan lahan baru sehingga lebih efisien dalam pemanfaatan aset daerah.
“Ini bukan untuk kepentingan pribadi. Rumah dinas adalah aset pemerintah yang pada dasarnya diperuntukkan untuk mendukung pelayanan masyarakat. Karena itu lokasinya dinilai tepat untuk menjadi salah satu titik mitigasi air bersih,” ucapnya.
Rifda juga menegaskan bahwa sumur bor yang dibangun memiliki spesifikasi teknis khusus dan berbeda dengan sumur rumah tangga biasa. Ia menyebut bahwa pembangunan dilakukan dengan pengeboran dalam, sistem pompa khusus, serta kapasitas yang disiapkan agar debit air tetap stabil dan dapat digunakan dalam jangka panjang.
















