Kabarminang — Akses jalan provinsi yang menghubungkan Sicincin, Padang Pariaman–Balingka, Agam, di Kilometer 82, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Agam, lumpuh total. Jalur utama itu terputus akibat timbunan material longsor yang menutup badan jalan pada Rabu (4/3/2026) pagi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan bahwa longsor itu dipicu oleh tingginya intensitas hujan yang mengguyur Agam sejak Selasa (3/3/2026) sore. Ia menyebut bahwa tumpukan tanah dan bebatuan menutupi seluruh lajur jalan sehingga kendaraan sama sekali tidak dapat melintas.
Abdul mengatakan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah nagari setempat untuk penanganan darurat.
Guna mempercepat pemulihan akses, kata Abdul, Pemerintah Kabupaten Agam telah berkoordinasi dengan PT Hutama Karya Infrastruktur yang tengah mengerjakan proyek di area tersebut. Saat ini, katanya, alat berat sudah berada di titik kejadian untuk membersihkan jalan dari materiel.
“Alat berat sudah di lokasi. Saat ini pihak nagari sedang menuju titik terdampak untuk memantau perkembangan akhir di lapangan,” tutur Abdul.
Untuk mengantisipasi risiko susulan, kata Abdul, BPBD mengimbau para pengguna jalan untuk sementara waktu menghindari rute Sicincin–Balingka. Ia mengatakan bahwa pengguna jalan perlu menaati aturan itu karena masih berpotensi turun hujan cuaca di Malalak, yang bisa memicu pergerakan tanah kembali.
Hingga berita ini diturunkan, petugas di lapangan masih berjibaku menyingkirkan material longsoran. Pemulihan akses menjadi prioritas agar mobilitas masyarakat antara Padang Pariaman dan Agam segera kembali normal.
















