Kabarminang – Akses jalan dari Bukittinggi menuju Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mulai kembali dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat setelah longsor terjadi di sejumlah titik, Rabu (6/5/2026).
Kapolsek IV Koto, Aiga Putra, mengatakan pihaknya telah melakukan pemantauan sejak pukul 11.45 WIB untuk memastikan kondisi terkini di lapangan. Hasilnya, sebagian besar material longsor telah dibersihkan.
“Pembersihan material longsor sudah dilakukan sekitar 80 persen. Jalan sudah bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, namun masih licin akibat sisa material,” ujarnya kepada Sumbarkita.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di beberapa titik di Kecamatan IV Koto, termasuk di Nagari Sungai Landia pada jalur Simpang Padang Luar menuju Maninjau. Dua titik terdampak berada di lokasi Pinciran Nyiak Tukang dan Gantiang Jorong Baruah. Meski telah ditangani, kondisi jalan di kawasan tersebut belum sepenuhnya aman.
Selain itu, di Nagari Pauh Panta, Kecamatan Matur, terdapat satu titik jalan terban yang sebelumnya terjadi akibat longsor pada November 2025. Kondisi ini semakin parah akibat curah hujan tinggi yang mengikis badan jalan.
“Jalan terban di Nagari Pauh Panta saat ini hanya bisa dilalui kendaraan roda empat. Kendaraan roda enam belum bisa melintas karena masih rawan,” katanya.
Sementara itu, pada jalur alternatif Sianok menuju Matur, tepatnya di Kelok Limau, Jorong Sungai Jariang, Nagari Koto Panjang, juga ditemukan satu titik longsor. Meski demikian, jalur tersebut masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
Secara umum, akses dari Bukittinggi menuju Maninjau sudah kembali terbuka untuk kendaraan kecil. Namun, jalur via Sungai Landia masih belum dapat dilalui kendaraan roda enam.
















