Selain faktor manusia, perubahan pola cuaca ekstrem juga dinilai mempercepat kerusakan lahan. Dinamika atmosfer tropis dan sirkulasi siklonik memicu hujan dengan intensitas tinggi yang kemudian berpotensi diikuti periode kekeringan panjang.
Sebagai upaya penanganan, pemerintah disebut telah menjalankan sejumlah program rehabilitasi lahan, termasuk penanaman pohon massal dan optimalisasi hasil hutan bukan kayu untuk menekan angka lahan kritis.
Di tingkat daerah, Forum DAS Sumatera Barat juga terus menginisiasi langkah pemulihan melalui program penghijauan, sosialisasi pengelolaan lingkungan, pembuatan lubang biopori, sumur resapan, hingga rencana pembangunan 24 embung di enam wilayah DAS Kota Padang.
Selain itu, Forum DAS tengah menyiapkan program Model DAS Mikro di kawasan hulu DAS Arau melalui kolaborasi bersama berbagai instansi terkait sebagai bagian dari strategi rehabilitasi lahan berkelanjutan.
Prof. Isril menegaskan bahwa rehabilitasi lahan tidak hanya bertujuan memulihkan lingkungan, tetapi juga mendukung pertanian berkelanjutan, mengurangi risiko bencana, serta menjaga keseimbangan alam bagi generasi mendatang.















