Kabarminang — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pesisir Selatan menyatakan bahwa batal berpartisipasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat (Sumbar) 2026 jika ajang tersebut dipaksakan berjalan pada 2–14 Oktober 2026.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum KONI Pesisir Selatan, M. Adli, saat mengonfirmasi hasil rapat koordinasi teknis (rakornis) bersama semua pengurus cabang olahraga (cabor), pemerintah daerah, dan DPRD setempat pada Jumat (18/9/2026).
Langkah Pesisir Selatan itu menambah daftar daerah yang meminta penyesuaian jadwal setelah sebanyak belasan KONI kabupaten dan kota se-Sumbar resmi mengusulkan agar ajang olahraga multiiven terbesar di daerah tersebut diundur ke November.
Adli mengatakan bahwa sikap mundur tersebut merupakan keputusan bersama semua pemangku kepentingan olahraga di Pesisir Selatan karena terbentur prosedur administrasi keuangan daerah yang tidak bisa diterobos.
”Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan bersama DPRD sebenarnya telah mengalokasikan dana hibah sebesar Rp2,185 miliar melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) untuk kebutuhan kontingen,” ujar Adli kepada Kabarminang.com pada Jumat (18/9/2026).
Namun, kata Adli, kepastian pencairan anggaran tersebut masih harus menunggu prosedur evaluasi dan pengesahan resmi APBD Perubahan dari Pemerintah Provinsi Sumbar.
”Kami dari daerah, pemda, KONI, hingga DPRD sebenarnya sangat siap mendukung dan menyukseskan Porprov XVI karena anggarannya sudah dialokasikan sebesar Rp2,185 miliar,” tutur Adli.
Adli menjelaskan bahwa mekanisme birokrasi keuangan daerah membutuhkan tahapan yang wajib dilewati sesuai dengan regulasi.




















