”Kami belum pernah mendaftar dan datanya masih kosong, tetapi di sistem sudah diklaim mendaftar. Dari informasi antar-ketua KONI, sedikitnya ada enam daerah yang sebenarnya belum mendaftar,” tutur Adli.
Ia mengatakan bahwa keputusan untuk menunda keikutsertaan murni berlandaskan ketaatan regulasi keuangan dan bukan bentuk boikot atau niat merusak hubungan antarlembaga.
Pihaknya tetap memikirkan nasib para atlet dan pelatih yang telah menjalani pemusatan latihan secara intensif jauh-jauh hari.
”Kami tidak ada niat memboikot, kami sangat kasihan dengan para atlet yang sudah berlatih keras. Kami hanya berharap ada solusi yang nyaman dan aman bagi semua pihak,” ucap Adli.




















