Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menerapkan pembelajaran jarak jauh bagi siswa karena memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda wilayah tersebut.
Indeks kualitas udara atau air quality index (AQI) di Pariaman dilaporkan mencapai 132. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat dan berisiko bagi kelompok rentan.
Untuk menanggapi kondisi itu, Wali Kota Pariaman menerbitkan surat edaran perihal pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bagi siswa sekolah. Kebijakan tersebut diberlakukan hingga Jumat sebagai upaya mengurangi risiko paparan udara buruk terhadap kesehatan anak-anak.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan bahwa penerapan pembelajaran jarak jauh merupakan salah satu langkah taktis pemerintah untuk melindungi anak-anak dari dampak kabut asap.
“Anak-anak diharapkan tetap berada di rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih terjadi,” ujar Rudy.
Pihaknya akan memberlakukan pembelajaran jarak jauh hingga kondisi udara kembali membaik dan kegiatan belajar tatap muka dapat dilaksanakan dengan aman.
Meski kualitas udara memburuk, Rudy mengatakan bahwa fasilitas kesehatan di Pariaman, baik puskesmas maupun rumah sakit, sejauh ini belum mencatat adanya lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Kendati demikian, kata Rudy, Dinas Kesehatan Pariaman tetap memantau secara ketat untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan udara tidak sehat.

















