Kabarminang – Langit di sejumlah wilayah Sumatera Barat (Sumbar) terlihat kelabu. Kondisi tersebut berkaitan dengan fenomena kekaburan udara atau obscuration, dengan asap menjadi penyebab utama berdasarkan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau.
Dalam keterangannya, BMKG Minangkabau menjelaskan bahwa obscuration merupakan istilah meteorologi untuk kondisi ketika atmosfer mengalami kekaburan sehingga mengurangi kejernihan pandangan.
“Di mana, saat ini asap menjadi penyebab utama kekaburan udara yang terjadi di Sumatera Barat,” sebut BMKG Minangkabau, Kamis (17/9/2029).
BMKG menjelaskan, partikel asap berukuran sangat halus dan dapat bertahan di atmosfer dalam waktu yang relatif lama. Keberadaan partikel tersebut dapat memengaruhi kejernihan udara dan jarak pandang.
Secara ilmiah, partikel asap di atmosfer dapat menghamburkan dan menyerap cahaya. Proses tersebut mengurangi jumlah cahaya yang mencapai pengamat secara langsung sehingga objek di kejauhan terlihat samar dan langit tampak kelabu.
Fenomena ini berbeda dengan awan yang terbentuk dari kumpulan tetesan air atau kristal es. Kekaburan akibat asap berkaitan dengan keberadaan partikel aerosol di udara, meskipun dalam kondisi tertentu asap dan awan dapat hadir secara bersamaan.
Partikel Asap Dapat Berdampak pada Kesehatan
Selain mengurangi jarak pandang, keberadaan asap di udara juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) menjelaskan bahwa asap kebakaran mengandung partikel halus, termasuk PM2.5, yakni partikel dengan diameter aerodinamis 2,5 mikrometer atau lebih kecil.


















