Kabarminang — Seorang perempuan di Kabupaten Solok dicabuli oleh ayah kandungnya sejak ia duduk di bangku sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Menurut informasi yang dihimpun Kabarminang.com dari kepolisian, siswi itu berinisial A (17 tahun), sedangkan si ayah berinisial HZ (44 tahun), buruh harian lepas. Keduanya tinggal di sebuah rumah di Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi.
HZ mencabuli anaknya dengan cara meraba-raba tubuh korban. Dia melakukan hal itu sejak korban SD hingga SMA.
Perbuatan HZ diketahui keluarga setelah adanya acara keluarga di rumah tersebut pada Minggu (28/6/2026). Saat itu keluarga melihat HZ mendatangi korban dalam kondisi tidak berpakaian. Hal tersebut membuat keluarga curiga, kemudian bertanya kepada korban.
“Jadi, keluarga curiga kenapa ayahnya mendatangi anaknya seperti itu. Anaknya lalu bercerita bahwa dia sering dicabuli ayahnya,” tutur sumber tersebut pada Rabu (16/9/2026).
Setelah meminta keterangan kepada korban dan meredakan kondisi, keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Polres Solok Kota pada Senin (20/7/2026).
Polisi kemudian menangkap HZ di rumahnya.
Atas perkara tersebut, HZ dijerat dengan Pasal 415 huruf b juncto Pasal 418 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP perihal pencabulan terhadap anak.






















