Kabarminang — Pengerjaan proyek Jembatan Kasiak di Simpang Bukik, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam, Sumatera Barat, dihentikan sementara setelah debit air Sungai Batang Aie Kasiak meningkat secara mendadak pada Kamis (10/9/2026).
Wali Nagari Bukik Batabuah, Firdaus, mengatakan peningkatan debit air tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi di kawasan hulu.
“Hujan deras mengguyur wilayah hulu di lereng Gunung Marapi dan Nagari Koto Baru, serta kawasan sekitar seperti Jorong Batang Selasih dan Jorong Gobah sejak pagi hingga siang hari,” ujar Firdaus kepada Kabarminang.com.
Menurut Firdaus, peningkatan volume air terjadi dalam waktu relatif singkat di lokasi pengerjaan jembatan. Debit air dilaporkan naik secara mendadak sekitar pukul 12.30 WIB, sedangkan pihaknya pertama kali menerima informasi tersebut sekitar pukul 12.51 WIB.
Mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama pengembang proyek memutuskan menghentikan seluruh aktivitas konstruksi guna mengantisipasi risiko keselamatan para pekerja akibat tingginya debit air.
Keselamatan para pekerja di lokasi pengerjaan, kata Firdaus, dapat terjamin berkat koordinasi dan peringatan dini dari masyarakat di Sungai Pua di bagian hulu. Para pekerja jembatan dapat diinformasikan lebih awal sehingga berhasil dievakuasi sebelum debit air besar sampai di lokasi pengerjaan.
Firdaus mengatakan pengerjaan proyek jembatan akan dilanjutkan kembali setelah air benar-benar surut.
Meskipun aliran air membawa berbagai material dari hulu, kata Firdaus, dampak ke kawasan hilir masih relatif terkendali. Aliran air membawa material berupa kayu dan batu dari arah hulu, tetapi material tersebut tidak sampai menumpuk di area Simpang Bukik.
















