Kabarminang – Kualitas udara di Kota Solok memburuk pada Selasa (8/9/2026) siang. Indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) tercatat mencapai angka 150, menempatkan kondisi udara di daerah tersebut pada level yang perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok masyarakat sensitif.
Buruknya kualitas udara dipengaruhi tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5 yang tercatat mencapai 55,4 mikrogram per meter kubik (µg/m³) dan menjadi polutan utama.
Data pemantauan menunjukkan konsentrasi PM2.5 tersebut berada pada angka 11,1 kali nilai panduan tahunan WHO. Partikel berukuran sangat kecil ini menjadi perhatian karena dapat masuk ke dalam saluran pernapasan saat terhirup.
Pada siang hari, kondisi udara Solok dikategorikan tidak sehat bagi kelompok sensitif. Anak-anak, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan dan penyakit tertentu menjadi kelompok yang perlu lebih berhati-hati terhadap paparan polusi udara.
Kondisi ini membuat aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik dalam durasi panjang, perlu menjadi perhatian ketika kualitas udara belum menunjukkan perbaikan signifikan.
Prakiraan Masih Berfluktuasi
Berdasarkan prakiraan kualitas udara harian, kondisi di Solok diperkirakan masih mengalami fluktuasi dalam beberapa hari mendatang.
Pada Selasa, AQI diproyeksikan berada di angka 141 dan sedikit membaik menjadi 140 pada Rabu. Angka tersebut kemudian diperkirakan turun menjadi 123 pada Kamis dan 82 pada Jumat.
Namun, perbaikan tersebut diperkirakan belum berlangsung stabil. AQI kembali berpotensi meningkat menjadi 122 pada Sabtu, sebelum naik ke angka 153 pada Minggu dan 155 pada Senin.
















