Prakiraan tersebut menunjukkan potensi memburuknya kualitas udara masih perlu diwaspadai, terutama jika konsentrasi partikulat kembali meningkat.
Masyarakat, khususnya kelompok sensitif, disarankan mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara berada pada level buruk. Penggunaan masker saat harus beraktivitas di luar juga dapat menjadi langkah perlindungan tambahan.
Selain menjaga aktivitas luar ruangan, masyarakat juga perlu mengikuti perkembangan informasi kualitas udara secara berkala, terutama dalam beberapa hari ke depan ketika indeks diperkirakan kembali meningkat.
Kondisi di Solok menambah daftar daerah di Sumatera Barat yang mengalami penurunan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Tingginya konsentrasi PM2.5 menjadi indikator yang perlu mendapat perhatian karena polutan tersebut tidak selalu terlihat secara kasatmata.
Ketika konsentrasi partikel halus telah meningkat hingga belasan kali dibandingkan nilai panduan, persoalan kualitas udara tidak lagi semata soal langit yang terlihat berkabut.
















