Kabarminang – Pengamat politik Dewi Anggraini menyoroti kasus pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar yang terekam kamera berbuat mesum di ruang kerja.
Dewi menilai, perilaku tersebut tidak hanya berdampak terhadap citra pribadi oknum yang bersangkutan, tetapi juga dapat mencoreng nama baik institusi serta menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Tindakan ini sangat memalukan, baik bagi pribadi oknum yang bersangkutan maupun institusi Pemprov Sumbar. Kejadian ini secara langsung menurunkan tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” katanya yang juga dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas itu, Kamis (27/8/2026).
Menurut Dewi, instansi pemerintah perlu bergerak cepat dalam merespons persoalan tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Ia menilai, pemulihan kepercayaan masyarakat hanya dapat dilakukan apabila Pemprov Sumbar menindaklanjuti persoalan tersebut sesuai aturan yang berlaku.
“Jika ingin mengembalikan kepercayaan publik, Pemprov Sumbar wajib menjalankan proses penegakan disiplin pegawai secara tegas dan transparan. Langkah penanganan harus dibuka secara jelas kepada masyarakat,” tuturnya.
Dewi juga mengingatkan jajaran Pemprov Sumbar agar mengawal proses penanganan secara objektif tanpa melakukan manipulasi prosedur.
“Proses pemeriksaan hingga pengenaan sanksi wajib terbebas dari maladministrasi. Jangan sampai penanganan kasus ini hanya bersifat formalitas semata untuk meredam gejolak atensi publik saat ini,” tutur Dewi.
















