Kabarminang — Program Doktor Studi Islam Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang kembali meluluskan doktor. Irsal Amin menjadi doktor kedua yang dilahirkan program studi tersebut setelah mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka di Aula Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang pada Rabu (26/8/2026).
Irsal mempertahankan disertasi berjudul “Politik Bahasa Arab dalam Sistem Pendidikan Nasional di Indonesia”. Penelitian tersebut membahas posisi bahasa Arab dalam sistem pendidikan nasional serta kebijakan pemerintah terhadap pengajaran bahasa Arab di Indonesia.
Dalam penelitiannya, Irsal menilai bahasa Arab tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai bahasa yang berkaitan dengan kepentingan ritual dan pendidikan Islam. Menurutnya, bahasa Arab juga memiliki posisi strategis sebagai bahasa internasional yang berperan dalam komunikasi global dan pengembangan pengetahuan.
Ia menemukan adanya ketimpangan dalam kebijakan bahasa di Indonesia. Potensi bahasa Arab dinilai belum terintegrasi secara optimal dalam regulasi makro sistem pendidikan nasional sehingga pembelajarannya masih banyak bertumpu pada lembaga pendidikan Islam.
Dalam ujian tersebut, Irsal menegaskan bahwa kebijakan politik bahasa turut menentukan realitas pendidikan kebahasaan. Karena itu, perubahan terhadap kondisi pendidikan bahasa, menurut dia, perlu dimulai dari perubahan kebijakan.
Riset tersebut menawarkan gagasan rekonstruksi kebijakan bahasa asing yang lebih integratif dengan memperhatikan aspek language beliefs, language management, dan language practices. Pendekatan itu diharapkan dapat memperkuat posisi bahasa asing, termasuk bahasa Arab, dalam sistem pendidikan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat internasional.
Ujian terbuka tersebut dipimpin Ahmad Wira sebagai ketua penguji. Ia didampingi Faizin sebagai sekretaris, serta Akhyar Hanif, Mahyudin Ritonga, Yasmadi, Martin Kustati, dan Rahmawati sebagai anggota penguji.
Menurut Kepala Prodi Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang, Faizin, capaian tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan program doktor di kampus tersebut.
“Momentum ini membuat kami optimis menjadi Prodi Unggul. Input mahasiswa, kualitas riset dan suasana akademik yang terbangun membuat jalan menuju unggul terbuka lebar,” kata Faizin seusai ujian.
Irsal menjadi doktor kedua dari Program Doktor Studi Islam Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang. Sebelumnya, program tersebut melahirkan doktor pertama, Muhammad Nasir, pada 23 Juni 2026.
Irsal merupakan dosen Bahasa Arab di IAIN Padangsidimpuan yang telah mengajar sejak 2016. Sebelumnya, ia mengajar di UIN Sultan Syarif Kasim Riau pada 2012–2016. Ia menyelesaikan pendidikan S-1 dan S-2 di bidang Pendidikan Bahasa Arab di kampus tersebut.
Selain bidang akademik, Irsal memiliki pengalaman dalam organisasi kemahasiswaan dan profesi. Ia pernah aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru serta Badan Koordinasi HMI Riau-Kepri. Sejak 2022, ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Ittihadul Mudarris Lughoh Al-Arabiah (IMLA).
















