Kabarminang — Mahasiswa yang ingin sukses tidak cukup hanya mengandalkan nilai akademik. Ada empat pilar yang perlu dibangun sejak awal kuliah, yakni akademik, keterampilan nonteknis (soft skill), jejaring, dan wawasan.
Hal tersebut disampaikan Dosen Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang, Abdullah Khusairi, saat memaparkan Roadmap Mahasiswa Sukses dalam rangkaian Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) pada Rabu (19/8/2026).
Menurut Khusairi, pilar akademik menjadi fondasi utama mahasiswa. Mahasiswa perlu belajar dengan fokus dan disiplin, aktif bertanya dan berdiskusi, rajin membaca buku dan jurnal, serta membiasakan diri menulis dan meneliti.
Penguasaan ilmu, kata Khusairi, tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi diarahkan hingga mahasiswa mampu menghasilkan karya dan memberikan solusi.
Pilar kedua adalah keterampilan nonteknis. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, pemecahan masalah, public speaking, negosiasi, dan adaptasi menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi dunia yang terus berubah.
“Dunia kerja memilih yang siap,” kata Khusairi.
Khusairi mengingatkan bahwa persaingan setelah lulus akan semakin ketat. Materi yang dipaparkannya mencatat jumlah mahasiswa di Indonesia mencapai sekitar 9,9 juta. Karena itu, lulusan perlu memiliki kemampuan yang membuat mereka siap memasuki dunia kerja.
Pilar ketiga adalah jejaring. Khusairi mendorong mahasiswa membangun relasi dengan dosen, praktisi, alumni, institusi, lembaga, senior, komunitas, hingga dunia industri.
Menurut Khusairi, relasi yang dibangun sejak masa kuliah dapat menjadi pintu kesempatan pada masa depan.
“Relasi hari ini, peluang esok hari,” ujar Ketua Pusat Moderasi Beragama dan Pewarisan Budaya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Imam Bonjol Padang tersebut.
Pilar keempat adalah keluasan wawasan. Mahasiswa didorong membaca setiap hari, mengikuti perkembangan teknologi dan AI, mencermati isu nasional dan global, berpikir kritis dan strategis, serta terbuka terhadap berbagai ide dan perspektif.
Keempat pilar tersebut ditempatkan sebagai bagian dari perjalanan empat tahun mahasiswa. Roadmap itu mengarahkan mahasiswa membangun kebiasaan sejak semester pertama, memperkuat kompetensi dan jejaring pada semester berikutnya, hingga menghasilkan karya, publikasi, prestasi, dan kesiapan karier menjelang lulus.
Khusairi juga mengingatkan mahasiswa baru agar menghindari berbagai distraksi yang dapat mengganggu perjalanan kuliah. Di antaranya rebahan berlebihan, kecanduan gawai dan media sosial, nongkrong tanpa arah, lingkungan negatif, plagiarisme, mencontek, serta merasa sudah pintar sehingga berhenti belajar.
Khusairi menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki tujuan yang jelas dan menjalani proses secara konsisten. Menurutnya, masa empat tahun di perguruan tinggi merupakan waktu yang menentukan pembentukan kebiasaan, karakter, kompetensi, dan masa depan.
“Jadilah mahasiswa hebat, berkarakter, dan berprestasi. Banggakan orang tua, muliakan ilmu, berkahi dunia,” ucapnya.
Paparan Roadmap Mahasiswa Sukses berlangsung di Gedung J Kampus Sungai Bangek dan terhubung secara daring dengan mahasiswa baru yang mengikuti PBAK dari Gedung Serba Guna Kampus II. Kedua lokasi tersebut berjarak sekitar 21,2 kilometer.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Rektor III UIN Imam Bonjol Padang, Nelmawarni; para wakil dekan; Ketua Panitia PBAK, Muhammad Fauzi; Ketua International Office, Zulfis; serta Kabag Akama, Erfita Yessi.
Melalui empat pilar tersebut, mahasiswa baru UIN Imam Bonjol Padang diajak menjadikan masa kuliah sebagai perjalanan membangun diri secara utuh, mulai dari penguasaan ilmu, keterampilan, jejaring, hingga keluasan wawasan.
















