Kabarminang – Akademi Pariwisata Bunda Padang terus memperkuat kerja sama dengan industri pariwisata dan perhotelan di Taiwan melalui program magang internasional bagi mahasiswa.
Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja sekaligus meningkatkan keterampilan di industri hospitality internasional.
Direktur Akademi Pariwisata Bunda Padang, Afriadi, mengatakan program magang ke Taiwan tidak hanya memberikan pengalaman kepada mahasiswa, tetapi juga manfaat finansial selama mengikuti program.
“Mahasiswa yang magang di sana bukan hanya akan mendapatkan ilmu dan keterampilan, tetapi juga uang saku Rp10 juta sampai Rp12 juta per bulan,” kata Afriadi pada Rabu (19/8/2026).
Ia menjelaskan, mahasiswa yang mengikuti program tersebut menjalani masa magang selama 12 bulan. Dalam proses keberangkatan, sejumlah biaya seperti tiket dan pelatihan bahasa akan ditalangi terlebih dahulu. Mahasiswa hanya perlu menyiapkan biaya untuk pengurusan paspor, visa, dan TOEFL.
Afriadi mengatakan biaya keberangkatan yang ditalangi tersebut selanjutnya diperhitungkan melalui pemotongan uang saku mahasiswa selama enam bulan masa magang. Namun, mahasiswa tetap mendapatkan uang saku paling sedikit Rp10 juta per bulan.
“Biaya keberangkatan dipotong dari uang saku selama enam bulan. Tapi saya tekankan, mahasiswa akan tetap menerima uang saku paling sedikit Rp10 juta per bulan,” ujarnya.
Masuk Keberangkatan Keenam
Menurut Afriadi, program magang ke Taiwan tersebut kini telah memasuki keberangkatan keenam. Pada keberangkatan terbaru, sebanyak lima mahasiswa Akademi Pariwisata Bunda Padang dikirim ke Taiwan.
















