Dalam proses pendidikan, mahasiswa mendapatkan pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik. Materi yang dipelajari mencakup berbagai bidang hospitality, seperti operasional front office, tata graha, restoran, tata boga, bahasa Inggris hospitality, kewirausahaan, barista, manajemen restoran dan bar, hingga pemasaran hospitality.
Mahasiswa juga menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) sebagai bagian dari proses pendidikan sebelum menyelesaikan tugas akhir.
Program magang ke Taiwan menjadi salah satu bentuk penguatan pembelajaran praktik tersebut dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk memperoleh pengalaman langsung di lingkungan industri internasional.
Afriadi mengatakan pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa karena industri pariwisata dan perhotelan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Melalui kerja sama dengan mitra di Taiwan, Akademi Pariwisata Bunda Padang berharap program magang internasional dapat terus berlanjut dan memberikan akses yang lebih luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi.
Dengan telah memasuki keberangkatan keenam dan mengirim lima mahasiswa pada keberangkatan terbaru, program tersebut menjadi salah satu upaya kampus memperluas pengalaman mahasiswa dari lingkungan pendidikan ke dunia industri internasional.
Afriadi berharap mahasiswa yang mengikuti program tersebut dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin dengan mengutamakan pembelajaran, meningkatkan keterampilan, menjaga nama baik kampus, serta membawa pengalaman yang diperoleh sebagai bekal menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
















