Sumbarkita – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam untuk mengenang kelahiran sekaligus meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah SAW. Di berbagai daerah, peringatan tersebut dirayakan melalui beragam kegiatan keagamaan dan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Di Padang Pariaman, Sumatera Barat, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW turut diwarnai tradisi khas yang mencerminkan nilai keagamaan, kebersamaan, dan budaya masyarakat. Salah satunya adalah Bungo Lado.
Pada tahun ini, sebanyak 200 batang Bungo Lado menghiasi puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Raya IKK Ali Mukhni, Selasa (25/8/2026).
Apa Itu Bungo Lado?
Bungo Lado merupakan pohon hias berbentuk bunga cabai dengan daun berupa uang atau dikenal pula sebagai pohon uang. Uang dipasang pada ranting layaknya daun. Uang tersebut berasal dari sumbangan masyarakat, mulai dari pecahan Rp1.000 hingga Rp100.000.
Setelah selesai dihias, Bungo Lado kemudian diarak sepanjang rute yang telah ditentukan oleh panitia. Uang tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan maupun pemeliharaan sarana ibadah.
Bagi masyarakat setempat, Bungo Lado tidak hanya menjadi simbol kegembiraan dalam menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi media untuk menumbuhkan semangat berlomba-lomba dalam kebaikan melalui infak dan sedekah.
Tradisi Bungo Lado telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Padang Pariaman. Tradisi tersebut juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia pada 2023.
















