Kabarminang – Kisah perjuangan Hamdani Hamdan (26 tahun), guru honorer di MTsN 10 Pesisir Selatan yang berjalan kaki enam kilometer (km) tiap hari ke sekolah hingga dihadiahi sepeda motor oleh sesama guru viral. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pesisir Selatan akan berupaya untuk melanjutkan kuliah pendidikan magister (S-2) Hamdani yang sempat terhenti.
Kepala MTsN 10 Pesisir Selatan, Azwar Alif, mengatakan bahwa perhatian tersebut muncul setelah kisah Hamdani tersebar luas di berbagai media dan media sosial, bahkan disebut telah sampai kepada Gubernur Sumatera Barat. Bahkan, katanya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menghubungi Kantor Kemenag Pesisir Selatan untuk memberikan apresiasi kepada Hamdani.
Azwar mengatakan bahwa di sela-sela lokakarya yang digelar sekolahnya di Gisella Hotel, Pasar Baru, Kecamatan Bayang, pada 23 Juli 2026, Kepala Kantor Kemenag Pesisir Selatan, Yufrizal, diberi tahu oleh para guru mengenai kondisi Hamdani yang terpaksa menghentikan sementara pendidikan magisternya di Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang karena keterbatasan biaya. Ia menyebut bahwa Hamdani telah memasuki tahap seminar proposal tesis.
Untuk merespons hal tersebut, kata Azwar, Yufrizal menyatakan akan berupaya membantu agar Hamdani dapat kembali melanjutkan pendidikannya dengan berkoordinasi bersama pihak Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang.
“Beliau menyampaikan akan mengusahakan dan mengupayakan agar Hamdani bisa melanjutkan kuliah S-2,” ujar Azwar kepada Kabarminang.com pada Jumat (24/7/2026).
Dalam kegiatan itu, kata Azwar, Kantor Kemenag Pesisir Selatan memberikan bantuan Rp1,5 juta kepada guru honorer itu.
“Karena sifatnya mendadak dan belum ada persiapan, penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis dengan menuliskan nominal bantuan sebesar Rp1.500.000 pada selembar kertas,” kata Azwar.
Sementara itu, Yufrizal mengatakan bahwa kepedulian terhadap Hamdani merupakan bagian dari upaya memperkuat kesalehan sosial di lingkungan Kementerian Agama.
















