Kabarminang – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhenti beroperasi sementara selama masa libur sekolah. Hal tersebut berdampak langsung terhadap pekerja dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Padang. Selama dapur tidak beroperasi, pekerja mengaku tidak menerima upah. Bagi sebagian dari mereka yang menjadi tulang punggung keluarga, kondisi tersebut membuat kebutuhan sehari-hari hingga biaya pendidikan anak menjadi persoalan.
Pekerja SPPG Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Yelnani (29 tahun), mengatakan bahwa semua pekerja di dapur MBG tersebut tidak diberi upah selama masa libur sekolah kali ini.
Sebagai orang tua tunggal, Yelnani mengaku kehilangan satu-satunya sumber penghasilannya akibat tidak diberi upah tersebut. Ia kini kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk menyiapkan perlengkapan sekolah anaknya menjelang tahun ajaran baru.
“Saya janda. Tidak ada penghasilan sama sekali selama SPPG berhenti beroperasi sementara. Padahala, saya membutuhkan uang untuk membeli buku sekolah anak dan memenuhi kebutuhan lainnya,” ujar pekerja yang bertugas membersihkan ompreng atau wadah makanan di dapur SPPG itu kepada Sumbarkita pada Kamis (9/7/2026).
Keluhan serupa disampaikan Rela Fitria (40), pekerja SPPG Aia Pacah. Selama ini ia punya uang untuk mencicil pembayaran kredit sepeda motor sejak bekerja di SPPG itu. Karena SPPG berhenti beroperasi sementara selama libur sekolah, ia mengaku tidak memiliki uang masuk sama sekali sehingga cicilan sepeda motornya tertunggak.
Janda beranak empat itu mengaku kesulitan mencari pekerjaan lain karena faktor usia. Ia juga khawatir tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah anak-anaknya.
“Sekarang mencari pekerjaan sangat sulit. Anak saya akan masuk sekolah. Saya belum tahu dari mana biaya membeli baju dan buku sekolah. Kalau sampai MBG berhenti, kami yang bergantung pada pekerjaan ini tentu akan sangat terdampak,” ucapnya.
Kepala SPPG Aia Pacah, Harmidi, membenarkan bahwa SPPG-nya berhenti beroperasi sementara selama masa libur sekolah akibat kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengakui bahwa semua pekerja SPPG-nya terdampak penghentian sementara tersebut.
















