Kabarminang — Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menggelar Pelatihan Pembuatan Batik Cap di Aula Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Kota Pariaman, Selasa-Sabtu (7-11/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 20 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, mengatakan pemerintah daerah terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis rumah tangga.
“Kami bersama Wakil Wali Kota Pariaman mempunyai program unggulan Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga. Program ini bertujuan untuk memberdayakan setiap rumah tangga dengan keterampilan untuk mendirikan usaha kecil berbasis rumah, seperti pembuatan batik maupun aneka makanan yang bervariasi,” ujarnya saat membuka pelatihan.
Yota mengatakan pelatihan pembuatan batik cap diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan sekaligus membuka peluang meningkatkan pendapatan keluarga dari rumah masing-masing.
“Melalui pelatihan pembuatan batik cap ini kami ingin memastikan adik-adik semua tidak hanya mandiri secara keterampilan, tetapi juga berdaya secara finansial langsung dari rumah tempat tinggal masing-masing,” katanya.
Ia berharap peserta mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh agar mampu mengembangkan kreativitas dan memperkenalkan Batik Sampan Pariaman kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya menginginkan agar pelatihan batik cap ini tidak sia-sia. Adik-adik harus punya kreasi, bagaimana Batik Sampan Pariaman ini bisa terekspos dan lebih dikenal masyarakat,” ucapnya.
Yota juga menyampaikan, apabila hasil produksi batik dinilai baik, Pemko Pariaman berencana menganggarkan penyediaan baju batik bagi siswa Sekolah Dasar (SD) pada tahun depan.
“Insyaallah, untuk tahun 2027 kita usahakan batik ini dipakai siswa SD se-Kota Pariaman dan juga akan kita intervensi supaya siswa SMA di Kota Pariaman juga memakainya sehingga batik yang dibuat hari ini bisa terkenal, ada hasilnya, dan dapat dirasakan masyarakat Kota Pariaman,” tuturnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan tersebut secara maksimal sebagai bekal untuk membangun usaha dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Pariaman, Deddy Kurnia Ilahi, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan memberikan keterampilan teknis pembuatan batik cap kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Menurutnya, kegiatan itu juga diharapkan mampu mendorong lahirnya industri rumah tangga baru serta mengubah masyarakat rentan dari konsumen menjadi produsen kreatif yang mandiri secara finansial.
“Peserta pelatihan batik cap ini berjumlah 20 orang yang berasal dari berbagai kecamatan di Kota Pariaman. Seluruh peserta masuk kriteria desil 1 sampai dengan desil 5. Peserta juga mendapat bantuan usaha berupa paket peralatan batik lengkap, yakni canting cap, meja cap, wajan, kompor, kain, pewarna, waterglass, dan soda as,” imbuhnya.
















