Kabarminang — Wali Kota (Wako) Pariaman, Yota Balad, membuka kegiatan khitanan massal gratis yang digagas oleh Alumni SMAN 1 Pariaman Angkatan 96. Kegiatan itu digelar di aula lantai dua sekolah tersebut pada Minggu (5/7/2026) pagi.
Kegiatan itu diikuti 80 peserta yang berasal dari empat kecamatan di Kota Pariaman. Khitanan massal tersebut melibatkan tim medis dari Universitas Andalas yang terdiri atas 30 orang, meliputi dokter, dokter residen, dan perawat.
Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan apresiasi kepada Alumni SMAN 1 Pariaman Angkatan 96 yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bukan hanya menjadi bentuk pelayanan kesehatan, tetapi juga aksi sosial yang perlu terus dilanjutkan.
“Sebagai alumni SMA N 1 Pariaman, saya turut bangga dengan kegiatan yang telah dilakukan oleh junior-junior saya ini. Saya sangat mensuport sekali kegiatan khitan massal gratis ini karena secara tidak langsung alumni 96 sudah membantu menjalankan salah satu program unggulan dalam visi misi Balad-Mulyadi, yaitu memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat Kota Pariaman,” ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen alumni dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Pariaman, khususnya di bidang kesehatan dan kepedulian sosial. Selain itu, kegiatan itu juga menjadi momentum menjalin silaturahmi antarsesama alumni dan para guru SMAN 1 Pariaman.
“Kegiatan seperti ini memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial yang tinggi karena nilainya bukan hanya dilihat dari sisi kesehatan saja, tetapi juga dilihat dalam pembentukan karakter anak-anak semenjak usia dini,” ujarnya.
Yota Balad juga berpesan kepada para peserta agar kelak menumbuhkan rasa kepedulian terhadap sesama sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, sebagaimana yang dilakukan oleh Alumni SMAN 1 Pariaman Angkatan 96.
“Kalau kita sudah menanamkan jiwa peduli di antara sesama manusia, kami rasa mungkin Kota Pariaman ini akan menjadi kota yang nyaman, tenteram, damai, maju, serta terhindar dari segala hal yang tidak baik dan fitnah yang tidak benar,” pungkasnya.
















