Kabarminang — Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis mengajak para orang tua menciptakan keluarga yang harmonis sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat, berkarakter, dan siap menghadapi berbagai tantangan zaman.
Ajakan tersebut disampaikan John Kenedy Azis saat memimpin apel gabungan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di halaman Kantor Bupati, IKK Parit Malintang, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, menjaga keutuhan keluarga bukan sekadar menjadi bahan refleksi, tetapi merupakan langkah nyata yang harus dilakukan setiap orang tua. Ia menilai keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak sekaligus benteng utama dalam menghadapi derasnya perubahan zaman.
Di tengah perkembangan teknologi digital yang semakin pesat, kata John Kenedy Azis, anak-anak kini semakin mudah mengakses berbagai informasi tanpa batas. Menurutnya, tanpa pendampingan orang tua, kondisi tersebut dapat menggerus nilai-nilai moral, karakter, hingga masa depan generasi muda.
“Jika keluarga rapuh, maka anak-anak akan kehilangan tempat paling aman untuk bertumbuh. Karena itu, memperkuat keluarga bukan lagi pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan masa depan bangsa,” ujarnya.
Ia mengatakan, kehadiran orang tua tidak cukup hanya secara fisik. Menurutnya, peran tersebut juga harus diwujudkan melalui kedekatan emosional, komunikasi yang hangat, serta keterlibatan aktif dalam setiap tahap tumbuh kembang anak.
John Kenedy Azis juga mengingatkan agar orang tua tidak membiarkan gawai mengambil alih peran keluarga dalam mendidik anak.
“Jangan biarkan anak-anak kita lebih mengenal layar daripada pelukan orang tuanya. Luangkan waktu untuk mendengar cerita mereka, makan bersama, berdialog, serta membangun kedekatan yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Rumah harus menjadi tempat yang paling nyaman dan paling dirindukan oleh anak-anak kita,” tuturnya.
Selain itu, ia menilai berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas, menjadi alarm bagi setiap keluarga untuk kembali memperkuat fungsi pengasuhan.
Menurutnya, menjaga anak bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah maupun pemerintah, melainkan dimulai dari lingkungan keluarga. Ia meyakini anak akan tumbuh dengan rasa aman, memiliki pegangan hidup, dan lebih siap menghadapi berbagai tantangan apabila dibesarkan dalam keluarga yang utuh dan harmonis.
“Keutuhan keluarga adalah benteng pertama dan terakhir dalam melindungi anak-anak kita. Tidak ada pembangunan yang lebih penting daripada menjaga keluarga tetap harmonis karena dari keluargalah lahir pemimpin, ilmuwan, tenaga profesional, dan generasi yang akan menentukan masa depan Indonesia,” tegasnya.
















