Kabarminang – Dinas Perhubungan Provinsi Sumatra Barat (Dishub Sumbar) angkat bicara mengenai kemacetan parah yang beruntun melanda sejumlah jalur utama di Sumbar sejak akhir Juni hingga awal Juli 2026.
Berdasarkan catatan Sumbarkita, kemacetan intensif terpantau di Jalur Sitinjau Lauik pada Sabtu (4/7/2026) subuh hingga siang hari setelah truk Hino mengalami kecelakaan tunggal dan truk tronton gagal menanjak di Panorama 2. Sebelumnya, jalur Padang-Solok ini juga lumpuh akibat kecelakaan maut truk CPO masuk jurang pada Kamis (2/7/2026) malam dan kecelakaan beruntun pada Selasa (30/6/2026).
Kondisi serupa terjadi di kawasan Lembah Anai (Padang-Padang Panjang) pada Sabtu (4/7/2026), di mana antrean kendaraan mengular hingga beberapa kilometer akibat sistem buka-tutup untuk proyek pengecoran bekas longsor.
Kepala Dishub Sumbar, Dedy Diantolani, menjelaskan bahwa salah satu faktor utama melonjaknya kemacetan dalam beberapa pekan terakhir ini adalah tingginya volume kendaraan di jalan raya. Menurutnya, pergerakan masyarakat meningkat drastis karena bertepatan dengan masa libur panjang sekolah.
”Penyebab utama belakangan ini antara lain meningkatnya volume lalu lintas karena kondisi liburan anak sekolah,” ujar Dedy kepada Sumbarkita, Sabtu (4/7/2026).
Lebih lanjut, Dedy merinci bahwa kemacetan di Jalur Sitinjau Lauik dipicu oleh banyaknya kendaraan yang mengalami mogok atau rusak di tengah jalan. Selain itu, antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Lubuk Silasih dan proyek pembetonan jalan di Talang ikut mempersempit ruang gerak kendaraan.
Sementara untuk kawasan Lembah Anai, ia mengatakan penyempitan badan jalan di titik bekas longsor menjadi kendala utama yang belum selesai. Masalah ini diperparah oleh proyek pengaspalan jalan yang sedang berlangsung di Pendakian Singgalang Kariang serta aktivitas pasar tumpah di Koto Baru.
Dedy juga menyoroti perilaku para pengguna jalan yang tidak sabar saat menghadapi antrean. Banyak pengendara yang saling serobot dan keluar dari lajurnya, sehingga memicu kemacetan yang jauh lebih mengunci.
















