Kabarminang – Ajang Blue Ocean Minang Run (BOM Run) 2026 diproyeksikan menjadi salah satu penggerak utama sektor sport tourism di Kota Padang. Tidak hanya menghadirkan ribuan pelari, event ini juga diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian lokal pada momentum Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut sudah mulai terlihat. Hingga awal Juli 2026, jumlah peserta yang mendaftar telah melampaui 3.000 orang atau sekitar separuh dari target 6.000 peserta sebelum penutupan pendaftaran pada 10 Juli mendatang.
Panitia memperkirakan sebanyak 3.500 hingga 4.000 pelari akan hadir pada pelaksanaan BOM Run yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 9 Agustus 2026. Peserta diperkirakan tidak hanya berasal dari Kota Padang, tetapi juga dari berbagai daerah di Sumatera Barat maupun luar provinsi.
Untuk memastikan penyelenggaraan berjalan lancar, Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 3 Padang (IKASMANTRI) bersama Pemerintah Kota Padang dan sejumlah instansi terkait menggelar rapat koordinasi di Kafe Kupi Batigo, Kecamatan Padang Utara, Rabu (1/7/2026).
Rapat tersebut melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah dan pemangku kepentingan, di antaranya Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Polresta Padang, Dinas Pemadam Kebakaran, PDAM, unsur kecamatan, panitia Hari Jadi Kota Padang, serta pelaku UMKM.
Sekretaris BOM Run, Adril Syukri, mengatakan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting karena event ini bukan sekadar perlombaan lari, tetapi juga bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Kota Padang yang melibatkan ribuan peserta dan pengunjung.
“Event ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Padang. Karena itu kami bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait agar seluruh kebutuhan penyelenggaraan dapat dipersiapkan secara optimal,” ujarnya.
Selain pengamanan dan rekayasa lalu lintas, panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti area ibadah, tempat wudu, toilet, layanan kesehatan, hingga area istirahat agar peserta mendapatkan pengalaman yang nyaman selama mengikuti kegiatan.
BOM Run juga diproyeksikan memberikan efek berganda terhadap perekonomian Kota Padang. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping diperkirakan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga pelaku UMKM yang akan membuka usaha di sekitar lokasi kegiatan.
Adril berharap BOM Run dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang identik dengan Hari Jadi Kota Padang. Menurutnya, kolaborasi pemerintah, komunitas, dan masyarakat menjadi modal penting agar event tersebut tidak hanya sukses sebagai ajang olahraga, tetapi juga mampu memperkuat citra Padang sebagai destinasi sport tourism di Sumatera Barat.
















