Kabarminang – Harapan masyarakat Nagari Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, Kecamatan Asam Jujuhan, Kabupaten Dharmasraya, untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya mulai terwujud. Setelah puluhan tahun menghadapi kondisi jalan rusak dan sulit dilalui, Jalan Bukit Hujan kini mulai diperbaiki melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan PT TKA melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Selama ini, Jalan Bukit Hujan dikenal sebagai jalur yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Jalan tanah dengan dua tanjakan terjal tersebut kerap berubah menjadi lintasan berlumpur yang menyulitkan kendaraan untuk melintas.
Akibat kondisi itu, banyak warga terpaksa menggunakan jalur alternatif milik perusahaan dengan waktu tempuh mencapai satu setengah jam. Padahal, akses tersebut menjadi jalur penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
Perbaikan jalan dilakukan pada enam titik prioritas dengan total panjang penanganan mencapai 1.769 meter. Pekerjaan meliputi pelebaran badan jalan, pengurangan kemiringan tanjakan, hingga pengerasan jalan dan pembangunan rigid beton pada tiga titik tanjakan paling ekstrem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya, Medison, mengatakan pembangunan tersebut merupakan hasil upaya Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dalam mencari solusi di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Menurut Medison, sejak awal kepemimpinannya, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani menyadari adanya keterbatasan kemampuan fiskal daerah di tengah meningkatnya kebutuhan pembangunan masyarakat.
“Berbagai potensi daerah dioptimalkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk membangun sinergi dengan perusahaan-perusahaan melalui program CSR. Kolaborasi dengan PT TKA dalam pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi bukti bahwa kerja sama pemerintah dan dunia usaha mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” katanya.
General Affair PT TKA, Syaiful R., menyebut pembangunan tersebut lahir dari komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemerintah daerah dan perusahaan.
“Ibu Bupati Annisa mengundang kami dan menjalin komunikasi yang sangat intens untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat di nagari sekitar kawasan perusahaan,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).
Ia mengatakan manfaat pembangunan jalan bahkan mulai dirasakan masyarakat meski pengerjaan belum selesai sepenuhnya.
“Baru beberapa hari diperbaiki, masyarakat sudah banyak yang menggunakan jalan ini,” katanya.
Sementara itu, Wali Nagari Lubuk Besar, Burhanuddin, menyebut pembangunan Jalan Bukit Hujan menjadi jawaban atas penantian masyarakat yang berlangsung sekitar 20 tahun.
“Alhamdulillah, baru pada masa kepemimpinan Bupati Annisa Suci Ramadhani pembangunan ini akhirnya bisa diwujudkan. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Bupati dan PT TKA yang telah menjawab harapan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, manfaat pembangunan jalan tidak hanya sebatas kemudahan akses transportasi, tetapi juga berdampak pada layanan kesehatan, pendidikan, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan akses yang lebih baik, perjalanan menuju Puskesmas Sungai Limau yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar satu setengah jam diperkirakan dapat dipangkas menjadi sekitar 30 menit.
Selain itu, akses pendidikan bagi pelajar menuju SMAN 1 Asam Jujuhan di Alahan Nan Tigo dan SMPN 1 Asam Jujuhan di Sungai Limau juga diperkirakan akan semakin mudah. Distribusi hasil pertanian, biaya transportasi, serta aktivitas ekonomi masyarakat pun diharapkan menjadi lebih efisien.
Harapan serupa disampaikan Wali Nagari Alahan Nan Tigo, Ismet Suhendro. Ia menilai pembangunan jalan tersebut tidak hanya mempermudah mobilitas warga, tetapi juga memperkuat hubungan sosial masyarakat dua nagari yang selama ini memiliki hubungan kekerabatan yang erat.
Meski panjang jalan yang dibangun hanya sekitar 1,7 kilometer, bagi masyarakat Lubuk Besar dan Alahan Nan Tigo, Jalan Bukit Hujan bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan akses menuju pelayanan kesehatan yang lebih cepat, pendidikan yang lebih mudah dijangkau, serta peningkatan perekonomian masyarakat.















