Kabarminang — Pertalite mulai langka di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sepanjang jalur lintas Padang–Bukittinggi, Sumatera Barat, pada Jumat (12/6/2026) siang.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan roda dua dan roda empat mengular di area SPBU, sementara papan informasi digital di tangki pengisian sebagian besar menunjukkan status “Pertalite Habis”.
Setidaknya ada 3 hingga 4 titik SPBU utama di wilayah Padang Pariaman yang kehabisan stok BBM bersubsidi ini sejak siang hari. Kondisi itu memaksa para pengendara untuk beralih ke BBM nonsubsidi atau mencari ke ranah pengecer.
Adapun titik yang mengalami kekosongan meliputi SPBU 14271517 di Kasang (Kecamatan Batang Anai) dan SPBU 14255577 di kawasan Kayu Tanam, yang keduanya berada langsung di segmen utama Jalan Raya Padang–Bukittinggi.
Selain di jalur utama, kelangkaan Pertalite terpantau di jalur sirip, yaitu SPBU 14255590 di Jalan Nan Sabaris–Lubuk Alung (Toboh Gadang) serta SPBU 14255588 di Jalan Siti Manggopoh Pariaman (Simpang 4 Toboh).
Seorang operator di salah satu SPBU Padang Pariaman mengungkapkan bahwa kelangkaan itu dipicu oleh melonjaknya permintaan masyarakat secara drastis dalam beberapa hari terakhir.
“Sejak harga Pertamax naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter, masyarakat langsung berbondong-bondong beralih ke Pertalite. Permintaan yang tinggi ini membuat stok kami jauh lebih cepat habis dari biasanya,” ujar operator yang meminta identitasnya dirahasiakan itu.
Fenomena kelangkaan itu tidak hanya terjadi di wilayah pesisir dan jalur lintas utama Padang Pariaman, tetapi juga sudah meluas ke daerah penyangga sekitarnya.
















