Senin, Juni 8, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis

Pakar Ekonomi Unand: Pelemahan Rupiah Dipicu Tekanan Global, Bukan Kerusakan Fundamental Domestik

Mengki Kurniawan
Senin, 8 Juni 2026 16:45
in Ekonomi & Bisnis
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI


Kabarminang – Pakar Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Syafruddin Karimi, menilai pelemahan nilai tukarupiah hingga menyentuh Rp18.010 per dolar AS lebih banyak dipengaruhi tekanan ekonomi global dibandingkan masalah fundamental ekonomi dalam negeri.

Prof. Syafruddin menjelaskan bahwa sejumlah indikator global menunjukkan tingginya ketidakpastian pasar. Indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di level 100,069, sementara indeks volatilitas pasar (VIX) mencapai 31,62.

Menurutnya, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun (US10Y) yang mencapai 5,25 persen turut mendorong perpindahan modal dari negara berkembang ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman.

“Kondisi ini otomatis mendorong perpindahan dana dari pasar negara berkembang menuju aset aman berbasis dolar,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu (7/6/2026).

Meski rupiah mengalami tekanan, Prof. Syafruddin menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mencerminkan kerusakan pada fundamental ekonomi Indonesia.

“Kombinasi angka global ini menandakan tekanan eksternal yang kuat, bukan semata-mata kerusakan fundamental domestik,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai perkembangan indikator risiko kredit Indonesia. Menurutnya, angka Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang berada di level 145,614 perlu menjadi perhatian serius.

“Jika depresiasi rupiah bergerak bersama kenaikan CDS, tekanan IHSG, dan arus modal keluar, maka pelemahan itu berubah menjadi sinyal kredibilitas kebijakan,” jelasnya.

Ia menilai pemerintah dan Bank Indonesia perlu memandang pergerakan rupiah bukan hanya sebagai persoalan nilai tukar, melainkan sebagai cerminan tingkat kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi.

“Pemerintah dan Bank Indonesia perlu membaca rupiah sebagai indikator kepercayaan, bukan sekadar harga mata uang,” tegasnya.

Prof. Syafruddin menyebut pelaku pasar masih memberikan ruang bagi pelemahan rupiah selama pemerintah dan otoritas moneter mampu menjaga disiplin fiskal serta konsistensi kebijakan.

“Pasar akan tetap memberi ruang bagi pelemahan rupiah selama otoritas mampu menunjukkan disiplin fiskal dan konsistensi moneter,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak akhir dari guncangan global sangat bergantung pada kualitas respons kebijakan domestik. Menurutnya, tekanan dari penguatan dolar AS dapat berkembang menjadi risiko makrofinansial apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Dolar AS memberi guncangan awal, sedangkan kualitas kebijakan domestik menentukan apakah guncangan itu berhenti sebagai tekanan kurs atau berkembang menjadi risiko makrofinansial,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi berdampak langsung terhadap sektor riil. Kenaikan harga barang impor, terutama energi dan pangan, dapat memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

“Tekanan itu juga dapat menaikkan biaya utang, menekan IHSG, memperlambat investasi, melemahkan konsumsi, dan menggerus daya beli masyarakat,” katanya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Prof. Syafruddin mendorong adanya langkah terpadu antara Bank Indonesia dan pemerintah. Ia menyarankan BI menjaga ekspektasi nilai tukar melalui intervensi yang terukur, sementara pemerintah memperkuat kredibilitas fiskal dengan mengendalikan belanja yang tidak produktif.

“Bank Indonesia perlu menjaga ekspektasi nilai tukar melalui intervensi terukur, sementara pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal dan menahan belanja tidak produktif,” ujarnya.

Meski demikian, Prof. Syafruddin menegaskan bahwa kondisi saat ini belum dapat disamakan dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 1997/1998.

“Pelemahan rupiah belum otomatis membawa kita ke krisis seperti 1997/1998, tetapi risiko rambatan akan meningkat jika otoritas gagal menahan transmisi dari kurs ke inflasi,” pungkasnya.


Tags: Bank IndonesiaCDS Indonesiadaya beli masyarakatdolar ASEkonomi IndonesiaIHSGInflasiinvestasiNilai Tukar Rupiahpasar keuanganrupiahSyafruddin Karimitekanan globalUnandUniversitas Andalas

Berita Terkait

Rupiah Terus Tergerus, Dolar AS Sentuh Rp18.180

Rupiah Terus Tergerus, Dolar AS Sentuh Rp18.180

8 Juni 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp50.000 per Gram, Ini Daftar Lengkap Semua Ukuran

Harga Emas Antam 8 Juni 2026 Naik Tipis, Ini Daftar Lengkapnya

8 Juni 2026
Dolar AS Nyaris Rp18.100, Rupiah Kian Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

Dolar AS Nyaris Rp18.100, Rupiah Kian Tertekan di Tengah Ketidakpastian Global

6 Juni 2026
Dolar AS Masih Bertahan di Atas Rp18.000, Google Finance Tampilkan Kurs Rp18.026

Dolar AS Masih Bertahan di Atas Rp18.000, Google Finance Tampilkan Kurs Rp18.026

5 Juni 2026
Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei Anjlok, Cek Daftar Lengkapnya

Harga Emas Antam 5 Juni 2026 Naik, Cek Sebelum Beli

5 Juni 2026
Antusiasme Mudik Tinggi, Lion Group Dominasi Penerbangan Tambahan ke Padang Jelang Lebaran

Penumpang Pesawat ke Sumbar Anjlok, BIM Kehilangan Puluhan Ribu Penumpang Dalam Sebulan

4 Juni 2026
Next Post
Demo di Polda, Mahasiswa Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Tambang Ilegal di Sumbar: Rakyat Kecil Ditangkap, Pemodal Selalu Lolos

Demo di Polda, Mahasiswa Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Tambang Ilegal di Sumbar: Rakyat Kecil Ditangkap, Pemodal Selalu Lolos

Tinggalkan Komentar

TERPOPULER

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 10 April 2026: Berawan di Seluruh Wilayah

Prakiraan Cuaca Padang Hari Ini, 12 April 2026: Berawan hingga Udara Kabur

12 April 2026

Dua Pengedar Narkoba di Sijunjung Ditangkap Saat Isap Sabu-Sabu

Dua Pengedar Narkoba di Sijunjung Ditangkap Saat Isap Sabu-Sabu

6 Juni 2026

Pemuda 23 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Sawit Agam

Pemuda 23 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun Sawit Agam

4 Juni 2026

Pria di Pasaman Barat Curi Rp30 Juta, Pakai untuk Judi, Beli Motor, Tidur dengan Perempuan

Pria di Pasaman Barat Curi Rp30 Juta, Pakai untuk Judi, Beli Motor, Tidur dengan Perempuan

4 Juni 2026

Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Air Bangis Pasaman Barat, Ini Penjelasan BMKG

Gempa Magnitudo 4,5 Guncang Padang Pariaman

8 Juni 2026

Pelajar Perempuan di Agam Dijambret Saat Berkendara, Pelaku Dikejar hingga Tertangkap

Pelajar Perempuan di Agam Dijambret Saat Berkendara, Pelaku Dikejar hingga Tertangkap

4 Juni 2026

Pesawat Militer Angkatan Laut AS Terdeteksi Terbang di Pantai Padang

Pesawat Militer Angkatan Laut AS Terdeteksi Terbang di Pantai Padang

2 Juni 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Artikel & Opini
  • Bank Nagari
  • DPRD Sumatera Barat
  • Ekonomi & Bisnis
  • Gaya Hidup
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Pemilu
  • Pendidikan
  • Peristiwa
  • Ranah Minang
  • Pilkada
  • Politik
  • PT Semen Padang
  • Ramadhan
  • Tekno
  • Kabar Sumbar
  • Kabupaten Dharmasraya
  • Kabupaten Limapuluh Kota
  • Kabupaten Padang Pariaman
  • Kabupaten Pasaman Barat
  • Kabupaten Sijunjung
  • Kabupaten Solok
  • Kabupaten Solok Selatan
  • Kota Bukittinggi
  • Kota Padang
  • Kota Padang Panjang
  • Kota Pariaman
  • Kota Payakumbuh
  • Kota Solok
  • Kabar Rantau

© 2025 KabarMinang.com.