Jumat, Oktober 23, 2026
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
No Result
View All Result
kabarminang.com
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
kabarminang.com
No Result
View All Result
  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Politik
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Ranah Minang
  • Kesehatan
  • Pendidikan
Home Ekonomi & Bisnis

Pakar Ekonomi Unand: Pelemahan Rupiah Dipicu Tekanan Global, Bukan Kerusakan Fundamental Domestik

Mengki Kurniawan
Senin, 08 Juni 2026 | 16:45
in Ekonomi & Bisnis
Foto: Ilustrasi AI

Foto: Ilustrasi AI

Share on FacebookShare on Twitter

Kabarminang – Pakar Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Syafruddin Karimi, menilai pelemahan nilai tukarupiah hingga menyentuh Rp18.010 per dolar AS lebih banyak dipengaruhi tekanan ekonomi global dibandingkan masalah fundamental ekonomi dalam negeri.

Prof. Syafruddin menjelaskan bahwa sejumlah indikator global menunjukkan tingginya ketidakpastian pasar. Indeks dolar AS (DXY) tercatat berada di level 100,069, sementara indeks volatilitas pasar (VIX) mencapai 31,62.

Menurutnya, tingginya imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat tenor 10 tahun (US10Y) yang mencapai 5,25 persen turut mendorong perpindahan modal dari negara berkembang ke aset berbasis dolar yang dianggap lebih aman.

“Kondisi ini otomatis mendorong perpindahan dana dari pasar negara berkembang menuju aset aman berbasis dolar,” ujarnya saat diwawancarai pada Minggu (7/6/2026).

Meski rupiah mengalami tekanan, Prof. Syafruddin menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak mencerminkan kerusakan pada fundamental ekonomi Indonesia.

“Kombinasi angka global ini menandakan tekanan eksternal yang kuat, bukan semata-mata kerusakan fundamental domestik,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai perkembangan indikator risiko kredit Indonesia. Menurutnya, angka Credit Default Swap (CDS) Indonesia tenor lima tahun yang berada di level 145,614 perlu menjadi perhatian serius.

“Jika depresiasi rupiah bergerak bersama kenaikan CDS, tekanan IHSG, dan arus modal keluar, maka pelemahan itu berubah menjadi sinyal kredibilitas kebijakan,” jelasnya.

Ia menilai pemerintah dan Bank Indonesia perlu memandang pergerakan rupiah bukan hanya sebagai persoalan nilai tukar, melainkan sebagai cerminan tingkat kepercayaan pasar terhadap kebijakan ekonomi.

“Pemerintah dan Bank Indonesia perlu membaca rupiah sebagai indikator kepercayaan, bukan sekadar harga mata uang,” tegasnya.

Prof. Syafruddin menyebut pelaku pasar masih memberikan ruang bagi pelemahan rupiah selama pemerintah dan otoritas moneter mampu menjaga disiplin fiskal serta konsistensi kebijakan.

“Pasar akan tetap memberi ruang bagi pelemahan rupiah selama otoritas mampu menunjukkan disiplin fiskal dan konsistensi moneter,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dampak akhir dari guncangan global sangat bergantung pada kualitas respons kebijakan domestik. Menurutnya, tekanan dari penguatan dolar AS dapat berkembang menjadi risiko makrofinansial apabila tidak diantisipasi dengan baik.

“Dolar AS memberi guncangan awal, sedangkan kualitas kebijakan domestik menentukan apakah guncangan itu berhenti sebagai tekanan kurs atau berkembang menjadi risiko makrofinansial,” tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelemahan rupiah berpotensi berdampak langsung terhadap sektor riil. Kenaikan harga barang impor, terutama energi dan pangan, dapat memicu inflasi dan menekan daya beli masyarakat.

“Tekanan itu juga dapat menaikkan biaya utang, menekan IHSG, memperlambat investasi, melemahkan konsumsi, dan menggerus daya beli masyarakat,” katanya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, Prof. Syafruddin mendorong adanya langkah terpadu antara Bank Indonesia dan pemerintah. Ia menyarankan BI menjaga ekspektasi nilai tukar melalui intervensi yang terukur, sementara pemerintah memperkuat kredibilitas fiskal dengan mengendalikan belanja yang tidak produktif.

“Bank Indonesia perlu menjaga ekspektasi nilai tukar melalui intervensi terukur, sementara pemerintah perlu menjaga kredibilitas fiskal dan menahan belanja tidak produktif,” ujarnya.

Meski demikian, Prof. Syafruddin menegaskan bahwa kondisi saat ini belum dapat disamakan dengan krisis ekonomi yang terjadi pada 1997/1998.

“Pelemahan rupiah belum otomatis membawa kita ke krisis seperti 1997/1998, tetapi risiko rambatan akan meningkat jika otoritas gagal menahan transmisi dari kurs ke inflasi,” pungkasnya.


Tags: Bank IndonesiaCDS Indonesiadaya beli masyarakatdolar ASEkonomi IndonesiaIHSGInflasiinvestasiNilai Tukar Rupiahpasar keuanganrupiahSyafruddin Karimitekanan globalUnandUniversitas Andalas
ShareTweetPin

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Dulu Sebelum Beli

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Dibanderol Rp2.550.000 per Gram

22 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Cek Dulu Sebelum Beli

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Simak Daftar Lengkapnya

21 Oktober 2026
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok, Cek Dulu Sebelum Beli

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Berikut Daftar Lengkap Semua Ukuran

19 Oktober 2026
Dari Modal Rp5 Juta, Pedagang Ayam Potong di Padang Bangkit dari Pandemi dan Rawat Istri Sakit

Dari Modal Rp5 Juta, Pedagang Ayam Potong di Padang Bangkit dari Pandemi dan Rawat Istri Sakit

17 Oktober 2026
Sempat Turun, Dolar Kembali Menguat ke Rp17.936

Tembus Rp18.000, Dolar AS Makin Mahal! Ini Pergerakannya Sepekan

16 Oktober 2026
Kaffah Aqiqah Padang Berawal dari Pengalaman Pribadi, Kini Layani Pesanan hingga Luar Negeri

Kaffah Aqiqah Padang Berawal dari Pengalaman Pribadi, Kini Layani Pesanan hingga Luar Negeri

15 Oktober 2026
Next Post
Demo di Polda, Mahasiswa Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Tambang Ilegal di Sumbar: Rakyat Kecil Ditangkap, Pemodal Selalu Lolos

Demo di Polda, Mahasiswa Tantang Kapolda Baru Tuntaskan Tambang Ilegal di Sumbar: Rakyat Kecil Ditangkap, Pemodal Selalu Lolos

Tinggalkan Komentar

Terpopuler

Tagihan Home Care Rp7,1 Juta di Pasaman Barat Tuai Sorotan, Pengawasan Dinkes Dipertanyakan

Tagihan Home Care Rp7,1 Juta di Pasaman Barat Tuai Sorotan, Pengawasan Dinkes Dipertanyakan

21 Oktober 2026

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

Perempuan Asal Padang Pariaman yang Terjatuh di Air Terjun Robo Lima Puluh Kota Ditemukan Tewas

16 Oktober 2026

Video: Warga Sijunjung Pergoki Sejoli Diduga Mesum di Mobil

Viral Sejoli Kepergok Mesum di Sijunjung, Polisi: Akan Dinikahkan Keluarga

22 Oktober 2026

Gelapkan Uang Rp6,1 Miliar, Kasir Perusahaan di Padang Pariaman Diproses Hukum

Gelapkan Uang Rp6,1 Miliar, Kasir Perusahaan di Padang Pariaman Diproses Hukum

20 Oktober 2026

Video: Warga Sijunjung Pergoki Sejoli Diduga Mesum di Mobil

Video: Warga Sijunjung Pergoki Sejoli Diduga Mesum di Mobil

22 Oktober 2026

Video: Final Sepak Bola Porprov Sumbar XVI 2026 Berakhir Ricuh, Pemain Terlibat Baku Hantam

Dua Final Porprov Sumbar 2026 Diwarnai Adu Jotos, Panitia Angkat Bicara

15 Oktober 2026

Kepala Jorong di Solok Klarifikasi Polemik Bantuan Bibit Bawang Merah bagi Petani Korban Galodo

Kepala Jorong di Solok Klarifikasi Polemik Bantuan Bibit Bawang Merah bagi Petani Korban Galodo

19 Oktober 2026

Berita Terkini

Bertahan Setelah Ditertibkan, Sejumlah Pedagang di Pasar Raya Padang Khawatir Kehilangan Penghasilan

Bertahan Setelah Ditertibkan, Sejumlah Pedagang di Pasar Raya Padang Khawatir Kehilangan Penghasilan

22 Oktober 2026

Musda V IJTI Sumbar Hadirkan Gelar Wicara tentang Peran CSR dalam Penanggulangan Bencana

Musda V IJTI Sumbar Hadirkan Gelar Wicara tentang Peran CSR dalam Penanggulangan Bencana

22 Oktober 2026

Video: Mobil Masuk Jurang Usai Tabrak Pemotor di Pesisir Selatan

Mobil L300 Tabrak Motor hingga Terbalik ke Jurang di Pesisir Selatan, Pengendara Vario Luka Parah

22 Oktober 2026

Viral Video Pria Tendang Ibu Kandung di Padang, Menangis Saat Ditangkap

Viral Video Pria Tendang Ibu Kandung di Padang, Menangis Saat Ditangkap

22 Oktober 2026

Jarak Pandang dan Kualitas Udara di Padang Menurun, BMKG Ungkap Pemicunya

Kabut Asap Cekik Sumbar dan Indonesia, PUSaKO Unand Desak Presiden Tetapkan Bencana Nasional

22 Oktober 2026

Sudah 27.250 Orang di Riau Terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut

35.910 Warga Riau Terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut

22 Oktober 2026

Informasi

  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Berita

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau

© 2026 Kabarminang.com  All right reserved

  • Peristiwa
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Kesehatan
  • Pendidikan
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ranah Minang
  • Kabar Sumbar
  • Kabar Rantau
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2026 Kabarminang.com All right reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi & Perusahaan
  • Tentang Kami

© 2025 KabarMinang.com.