Kabarminang — Kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumatera Barat (Sumbar) melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada April 2026 menurun sebesar 3,99 persen menjadi 5.730 kunjungan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, Nurul Hasanudin, menjelaskan bahwa penurunan itu merupakan dampak dari siklus normal pariwisata setelah masa libur panjang berakhir.
Hasanudin menginformasikan bahwa sepanjang periode Januari hingga April 2026, total kunjungan wisman ke Sumbar baru menyentuh angka 22.375 kunjungan. Ia menyebut bahwa secara kumulatif, terjadi penurunan 14,66 persen dibandingkankan periode yang sama tahun lalu.
“Angka ini belum mampu membawa Sumatera Barat masuk dalam posisi 10 besar nasional,” ujar Hasanudin pada Selasa (2/6/2026).
Hasanudin menyampaikan bahwa posisi gerbang utama kedatangan turis asing secara nasional saat ini masih didominasi oleh Bali dan Jakarta. Menurutnya, Sumbar perlu memacu kembali daya tarik wisatanya agar mampu bersaing dengan destinasi utama tersebut pada kuartal berikutnya.
Sektor pergerakan wisatawan nusantara tujuan Sumbar juga tercatat lesu dengan hanya membukukan 1,89 juta perjalanan pada April 2026. Hasanudin memaparkan bahwa angka itu merosot tajam sebesar 32,52 persen jika dibandingkan dengan bulan Maret 2026, yang sempat menembus angka 2,8 juta perjalanan.
Hasanudin merinci bahwa secara kumulatif dari Januari sampai April 2026, total perjalanan wisatawan Nusantara ke Sumbar sebanyak 8,06 juta perjalanan. Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025, katanya, angka akumulasi perjalanan domestik itu turun 36,79 persen.
Perihal kondisi bisnis perhotelan, Hasanudin membeberkan adanya ketimpangan performa antara tingkat penghunian kamar hotel berbintang dan nonbintang. Ia menyebut bahwa tingkat penghunian kamar hotel klasifikasi bintang pada April 2026 tumbuh 2,92 persen poin menjadi 45,82 persen daripada bulan sebelumnya yang hanya 42,90 persen.















