Kabarminang – Pemerintah menjadwalkan pencairan gaji ke-13 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai Selasa, 2 Juni 2026. Namun, di tengah kabar tersebut, masih banyak pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang mempertanyakan apakah mereka juga berhak menerima gaji ke-13.
Pemberian gaji ke-13 tahun 2026 mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2026 yang telah ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Dalam Pasal 15 ayat (1) disebutkan bahwa gaji ke-13 dibayarkan paling cepat pada Juni 2026.
“Gaji ketiga belas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dibayarkan paling cepat pada bulan Juni Tahun 2026,” demikian bunyi aturan tersebut.
Meski demikian, pemerintah juga membuka kemungkinan pembayaran dilakukan setelah Juni apabila terdapat kendala dalam proses penyaluran.
Jadwal pencairan tersebut diperkuat oleh keterangan PT Taspen (Persero) yang menyatakan pembayaran gaji ke-13 bagi pensiunan ASN akan mulai dilakukan pada Selasa (2/6/2026) melalui puluhan mitra bayar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Apakah PPPK Paruh Waktu Mendapat Gaji ke-13?
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, ASN terdiri atas Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Namun hingga saat ini, belum terdapat keseragaman kebijakan di berbagai daerah terkait pemberian gaji ke-13 kepada PPPK Paruh Waktu.
Sejumlah pemerintah daerah masih menunggu regulasi teknis sebagai dasar pembayaran. Di sisi lain, ada pula daerah yang telah memastikan PPPK Paruh Waktu akan menerima gaji ke-13.
Salah satunya adalah Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.















