Kabarminang – Alumni SMAN 2 Bukittinggi menyatakan dukungan terhadap gagasan menjadikan Kota Bukittinggi sebagai daerah khusus. Dukungan tersebut disampaikan dalam Reuni Akbar memperingati 170 tahun berdirinya sekolah yang dahulu dikenal sebagai Sekolah Rajo itu, di Balai Sidang Bung Hatta, Sabtu (30/5/2026).
Kegiatan reuni yang dihadiri ratusan alumni lintas angkatan itu turut dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis. Dalam kesempatan tersebut, para alumni menegaskan pentingnya pengakuan terhadap posisi strategis Bukittinggi dalam sejarah perjuangan bangsa.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menyampaikan bahwa SMAN 2 Bukittinggi memiliki hubungan erat dengan perjalanan sejarah Kota Bukittinggi. Sekolah yang telah berusia 170 tahun itu dinilai telah melahirkan banyak tokoh nasional yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara.
“Atas nama Pemerintah Kota Bukittinggi, kami mengapresiasi terselenggaranya kegiatan reuni dan silaturahmi alumni SMAN 2 Bukittinggi. Kami berharap kebersamaan para alumni dapat terus terjalin serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Bukittinggi di masa mendatang,” ujarnya.
Menurut Ibnu Asis, Kota Bukittinggi memiliki posisi penting dalam sejarah nasional karena pernah menjadi ibu kota Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya mengangkat kembali nilai-nilai sejarah tersebut agar semakin dikenal masyarakat luas maupun pemerintah pusat.
Ia menjelaskan, salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang menjadi momentum memperkuat identitas sejarah dan budaya Kota Bukittinggi.
Sementara itu, perwakilan Forum Cendekia dan Akademisi Alumni SMAN 2 Bukittinggi, Prof. Dr. Rumainur, mengatakan bahwa usulan menjadikan Bukittinggi sebagai daerah khusus menjadi salah satu gagasan yang mendapat perhatian besar dalam forum reuni tersebut.
Menurutnya, usulan itu didasarkan pada rekam jejak historis Bukittinggi yang pernah menjadi pusat pemerintahan Indonesia pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
“Bukittinggi memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Selain pernah menjadi pusat pemerintahan, kota ini juga telah memberikan kontribusi besar melalui tokoh-tokoh yang lahir dan berkembang dari Kota Bukittinggi,” kata Rumainur.
Ia berharap dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk para alumni SMAN 2 Bukittinggi, dapat menjadi dorongan untuk memperjuangkan pengakuan yang lebih besar terhadap peran historis Kota Bukittinggi dalam perjalanan bangsa Indonesia.















