Kabarminang – Lima anak laki-laki yang pernah berhadapan dengan hukum saat usia remaja berhasil mengubah masa depan mereka. Setelah menjalani pembinaan di Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) Kota Pariaman, mereka kini sukses lulus menjadi Bintara TNI, bahkan satu di antaranya bergabung dengan pasukan elite Komando Pasukan Khusus (Kopassus).
Ketua RPSA Kota Pariaman, Fatmiyeti Kahar, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi lembaga yang selama ini mendampingi mereka.
“Terakhir baru-baru ini ada dua anak lagi yang lulus menjadi Bintara TNI. Sebelumnya sudah ada tiga orang lebih dulu,” kata Fatmiyeti kepada Sumbarkita, Selasa (26/5/2026).
Menurutnya, seluruh anak tersebut merupakan anak binaan yang pernah berhadapan dengan hukum ketika masih remaja. Namun, mereka mampu bangkit dan memilih memperbaiki masa depan.
“Saya selalu percaya anak-anak ini sebenarnya punya potensi besar. Mereka hanya pernah salah langkah saat remaja,” ujarnya.
Dari tiga lulusan pertama, salah satu yang paling membanggakan adalah Deni, pemuda asal Desa Jawi-Jawi, Kota Pariaman. Setelah menjadi prajurit TNI, Deni kini berhasil masuk Kopassus.
Fatmiyeti mengaku terharu ketika Deni menghubunginya dan mengajak dirinya hadir dalam prosesi pelantikan nanti.
“Itu kebanggaan luar biasa bagi saya. Anak yang dulu pernah dibina karena berhadapan dengan hukum, sekarang menjadi anggota Kopassus,” katanya.
Ia menilai stigma terhadap anak berhadapan dengan hukum masih sangat kuat di tengah masyarakat. Padahal, menurutnya, mereka tetap memiliki peluang yang sama untuk sukses selama mendapat pendampingan dan memiliki kemauan untuk berubah.















