Kabarminang – Sawah warga di Kampung Guo, Kelurahan Kuranji, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatera Barat kembali tertimbun lumpur setelah banjir melanda kawasan tersebut pada Kamis (21/5/2026) malam. Selain merusak lahan pertanian, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur di sekitar aliran sungai.
Ketua RT 03 RW 06 Kelurahan Kuranji, Hendri Kurniawan, mengatakan hujan mulai turun sekitar pukul 18.30 WIB. Intensitas hujan yang tinggi membuat debit air sungai di Kampung Guo meningkat drastis dalam waktu singkat hingga akhirnya meluap.
“Banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak sore hari. Debit air di aliran sungai setempat meningkat drastis pukul tujuh malam hingga meluap dan membawa material lumpur ke area persawahan warga,” ujarnya kepada Sumbarkita saat ditemui di tepi aliran sungai Kampung Guo, Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, puncak kenaikan debit air terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Pada saat itu, arus sungai semakin deras hingga meluap ke permukiman dan lahan pertanian warga.
Akibatnya, sawah seluas sekitar dua hektare yang baru saja diperbaiki dan ditanami padi kembali tertutup lumpur. Material banjir yang terbawa arus menimbun tanaman padi yang belum sempat tumbuh optimal.
“Dua hektare sawah yang baru diperbaiki tertimbun lumpur kembali, padahal baru satu minggu ditanami padi,” katanya.
Selain merusak lahan pertanian, banjir juga berdampak pada permukiman warga. Air dilaporkan masuk ke dalam rumah dan mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
Menurut Hendri, sedikitnya empat rumah warga di RT 03 terdampak banjir dengan jumlah penghuni sekitar 15 orang. Warga terpaksa membersihkan rumah mereka dari sisa lumpur setelah air surut pada malam hari dan dilanjutkan kembali pada pagi harinya.
















