Tidak hanya itu, infrastruktur di sekitar aliran sungai yang sebelumnya telah diperbaiki juga kembali mengalami kerusakan. Bendungan sungai, jalan, serta jembatan dilaporkan rusak akibat derasnya arus air.
Ia menyebutkan, aliran sungai yang sebelumnya telah dikeruk menggunakan alat berat dari hulu hingga Kampung Tanjung sepanjang sekitar dua kilometer kini kembali tertutup material batu dan lumpur.
Kondisi tersebut menyebabkan aliran air tidak berjalan lancar dan ke
mbali memicu luapan ke permukiman serta lahan warga. Siklus kerusakan yang terus berulang dinilai semakin memperparah kerugian masyarakat, khususnya petani.
Hendri berharap pemerintah segera melakukan penanganan serius terhadap infrastruktur sungai agar kejadian serupa tidak terus terulang.
“Untuk tindakan yang sudah kita lakukan saat ini sudah berkoordinasi dengan kelurahan, camat, dan juga pihak PUPR yang akan melakukan perbaikan,” tuturnya.
















