Kabarminang – Warga di kawasan Gumarang I, Nagari III Koto Silungkang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dihebohkan dengan kemunculan dua ekor harimau yang diduga Harimau Sumatera pada Minggu (10/5/2026) pagi. Kemunculan satwa liar tersebut terjadi tidak jauh dari permukiman warga.
Wali Nagari III Koto Silungkang, Doni Cendra, mengatakan harimau itu pertama kali dilihat oleh seorang warga bernama Yasril (53) sekitar pukul 08.00 WIB saat membersihkan ladang.
“Harimau yang terlihat oleh yasril pada saat membersihkan ladang, ia melihat satu harimau berukuran besar dan satu lagi berukuran kecil,” tuturnya kepada Sumbarkita Selasa (12/5/2026).
Menurut Doni, kemunculan harimau di kawasan tersebut merupakan kejadian pertama yang diketahui warga. Selama ini, masyarakat tidak pernah melihat adanya harimau berkeliaran di kawasan Gumarang I.
Ia menyebut lokasi penampakan harimau berada cukup dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 100 meter dari rumah penduduk.
“Kawasan terlihatnya harimau itu tidak jauh dari pemukiman warga,” katanya.
Pihak nagari, lanjut Doni, telah melaporkan kejadian tersebut kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat. Saat ini petugas BKSDA telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan memasang kamera jebak atau camera trap.
Sebelumnya, warga di kawasan yang sama juga dihebohkan dengan penemuan seekor anak kerbau mati yang diduga akibat serangan Harimau Sumatera pada Minggu pagi.
Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Sumatera Barat, Antonius Vevri, mengatakan bangkai anak kerbau itu pertama kali ditemukan oleh pemilik ternak bernama Suhendri (55) sekitar pukul 06.30 WIB saat mengecek ternaknya di kebun.
Peristiwa penemuan bangkai ternak dan kemunculan dua ekor harimau tersebut membuat warga sekitar meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di ladang dan kawasan perkebunan.
















