Kabarminang — Puluhan mahasiswa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Sumbar, Kamis (7/5/2026), mengaku kecewa karena tidak ditemui oleh Gubernur Mahyeldi Ansharullah.
Sekretaris Jenderal PW KAMMI Sumbar, Prima Yoga, mengatakan pihaknya menuntut kepastian waktu dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk pelaksanaan audiensi agar aspirasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami kecewa karena tidak ada jaminan waktu. Kami butuh jadwal pasti agar tuntutan kami segera dijawab oleh Gubernur,” ujarnya.
Kepala Satpol PP Sumbar, Irwan, mengatakan Gubernur tidak dapat menemui massa karena sedang berada di Jakarta dan menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran tersebut.
Irwan menyebutkan pihaknya menjanjikan pertemuan dalam rentang waktu 7 hingga 15 hari ke depan, namun belum dapat memastikan jadwal pasti karena padatnya agenda pimpinan.
“Gubernur mau bertemu massa, tetapi jadwal saat ini sulit. Kami upayakan dalam dua minggu ke depan, meski belum ada jaminan tanggal pastinya,” ujarnya saat menemui massa aksi.
Dalam aksinya, massa menyuarakan berbagai persoalan di sektor pendidikan, mulai dari fasilitas sekolah yang rusak hingga ketidakjelasan nasib tenaga pendidik. Selain itu, mereka juga menuntut tindakan nyata Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menangani persoalan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
















