Kabarminang – Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang domestik di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Maret 2026. Kenaikan ini mencapai 60,06 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, dalam rilis resmi di Kantor BPS Sumbar, Senin (4/5/2026), menyebutkan jumlah penumpang domestik yang berangkat tercatat sebanyak 92,40 ribu orang. Sementara itu, penumpang yang datang mengalami kenaikan lebih tinggi, yakni 89,03 persen menjadi 115,79 ribu orang.
Lonjakan ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di dalam negeri.
Namun, di tengah peningkatan signifikan pada rute domestik, BPS justru mencatat penurunan pada jalur internasional. Jumlah penumpang yang berangkat ke luar negeri turun 10,25 persen. Meski demikian, arus kedatangan internasional masih tumbuh sebesar 13,43 persen dibandingkan Februari 2026.
“Penurunan keberangkatan internasional ini menjadi perhatian, di tengah gairahnya mobilitas domestik yang mencapai angka keberangkatan hingga 92 ribu orang lebih,” ujar Hasanudin.
Selain sektor transportasi udara, BPS juga mencatat peningkatan aktivitas pada angkutan laut. Volume barang yang dimuat naik 34,40 persen, sementara barang yang dibongkar meningkat tajam dari 228,16 ribu ton menjadi 321,06 ribu ton pada Maret 2026.
Di sektor perkeretaapian, jumlah penumpang juga mengalami kenaikan sebesar 24,15 persen menjadi 188,43 ribu orang. Peningkatan ini menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat terhadap moda transportasi berbasis rel.
Tak hanya itu, angkutan barang kereta api mencatat lonjakan tertinggi, yakni sebesar 79,44 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Hal ini mengindikasikan meningkatnya distribusi komoditas melalui jalur darat.
Hasanudin menilai penguatan indikator transportasi di sektor darat dan laut mencerminkan geliat ekonomi yang positif di Sumatera Barat. Meski demikian, ketimpangan antara pertumbuhan domestik dan penurunan keberangkatan internasional di BIM dinilai perlu menjadi perhatian, khususnya bagi sektor pariwisata dan konektivitas global.
Menurutnya data ini mencerminkan dinamika ekonomi Sumatera Barat yang sangat bergantung pada kelancaran arus logistik dan mobilitas penduduk.
Ia menambahkan, capaian tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan guna menjaga stabilitas harga serta ketersediaan barang di pasaran.















