Kabarminang — Sebuah mobil menabrak sepeda motor dan ruko di Jalan Raya Tapan—Kerinci, tepatnya di Nagari Limau Purut Tapan, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Pesisir Selatan, pada Selasa (5/5/2026) sekitar pukul 10.37 WIB. Seorang perempuan tewas akibat kecelakaan itu.
Kepala Polsek Basa Ampek Balai Tapan, AKP Dedi Arma, mengatakan bahwa mobil tersebut ialah pikap Mitsubishi L300 bernomor polisi BA 8040 BA. Mobil itu dikemudikan oleh Tori Hamdani (27 tahun), pedagang, warga Korong Kulaban, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok. Sementara itu, motor tersebut ialah Honda Scoopy merah berpelat nomor BA 3857 ZK. Motor itu dikendarai oleh Wira Gusnita (42 tahun), ibu rumah tangga, warga Kampung Proyek, Nagari Limau Purut Tapan.
“Ibu itu membonceng anaknya, Puput Suhaika, berusia lima tahun,” ujar Dedi.
Perihal kecelakaan itu, Dedi menceritakan bahwa Tori mengemudikan L300 dari arah Kerinci menuju Pasar Tapan dengan kecepatan tinggi. Pria tersebut lalu menabrak pengendara Honda Scoopy di depan rumah toko (ruko) milik Jafriandi (40 tahun).
“Honda Scoopy yang dikendarai oleh ibu yang membawa anak tersebut baru akan berjalan,” ucap Dedi.
Selain menabrak sepeda motor tersebut, kata Dedi, mobil L300 menyeruduk ruko dan mobil Daihatsu Gran Max yang terparkir di garasi ruko itu.
Akibat kecelakan tersebut, kata Dedi, pengendara Honda Scoopy mengalami luka robek di kepala bagian belakang, sedangkan anak pengendara itu mengalami memar di dada dan perut. Ia menyebut bahwa keduanya awalnya dibawa ke Puskesmas Basa Ampek Balai Tapan, kemudian dirujuk ke RSUD M. Zein di Painan.
“Dalam perjalanan ke Painan, baru sampai di Kecamatan Linggo Sari Baganti, pengendara Honda Scoopy meninggal dunia,” tutur Dedi.
Akibat kecelakaan itu, kata Dedi, kerugian materiel yang ditimbulkannya mencapai Rp150 juta.
















