Kabarminang – Petani di Kecamatan IV Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, mengeluhkan kelangkaan pupuk subsidi jenis urea dan NPK Phonska. Kondisi ini membuat petani padi dan jagung kesulitan memperoleh pupuk pada saat tanaman mereka justru membutuhkan pemupukan.
Sejumlah petani menyebutkan, pada awalnya stok pupuk di kelompok tani setempat dikabarkan mencukupi. Namun ketika musim pemupukan tiba dan petani datang untuk membeli, penyedia pupuk justru menyatakan stok sudah habis.
Muhammad Ikbal, seorang petani padi di daerah itu, mengatakan kondisi tersebut membuat para petani kebingungan karena pupuk merupakan kebutuhan utama untuk menjaga produktivitas tanaman.
“Awalnya kami dengar stok pupuk ada dan cukup. Tapi begitu kami butuh untuk pemupukan, malah dibilang sudah habis. Kami jadi bingung harus cari ke mana lagi,” kata Ikbal kepada wartawan, Jumat (6/3).
Ia menambahkan, sebagian petani terpaksa mencari pupuk ke daerah lain. Namun harga yang mereka temukan jauh lebih mahal dibandingkan harga pupuk subsidi yang seharusnya mereka terima.
“Kalau cari ke luar kecamatan memang ada yang jual, tapi harganya mahal. Kami petani kecil tentu sangat keberatan,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Jazman, petani jagung di Kecamatan IV Koto Aur Malintang. Ia mengatakan kelangkaan pupuk terjadi saat tanaman jagung yang ia tanam sedang memasuki masa penting pertumbuhan.
“Sekarang justru masa tanaman butuh pupuk. Kalau pupuk tidak ada, tentu sangat berpengaruh pada hasil panen nanti,” kata Jazman.
















