Menurut Jazman, di tengah kelangkaan tersebut beredar desas-desus di kalangan petani bahwa pupuk yang seharusnya untuk petani di kecamatan itu justru dijual keluar daerah.
“Kami dengar-dengar pupuk itu ada yang dijual keluar kecamatan. Kami tidak tahu pasti, tapi kabar itu sudah jadi pembicaraan di kalangan petani,” ujarnya.
Para petani berharap pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan mengecek distribusi pupuk di wilayah mereka. Mereka ingin memastikan pupuk subsidi benar-benar sampai kepada petani yang berhak.
“Kami hanya ingin pupuk yang memang untuk petani di sini bisa kami dapatkan dengan mudah dan sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” kata Ikbal.
Petani di Kecamatan IV Koto Aur Malintang berharap persoalan ini segera mendapat perhatian serius agar tidak berdampak pada penurunan produksi padi dan jagung yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.
Sumbarkita masih berupaya meminta tanggapan dari Dinas Pertanian Kabupaten Padang Pariaman terkait kelangkaan pupuk subsidi tersebut.
















