Kabarminang – Warga Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menolak aktivitas tambang di wilayah mereka dengan melakukan blokade di badan jalan untuk menghentikan truk operasional tambang yang melintas pada Senin (23/2).
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat sejumlah ibu-ibu berdiri di badan jalan dan menghentikan truk yang hendak melintas menuju lokasi tambang.
Aksi tersebut memancing reaksi dari kelompok warga lain yang mendukung aktivitas pertambangan. Adu mulut pun terjadi. Kedua belah pihak saling teriak mempertahankan pendapat masing-masing. Suasana di lokasi sempat memanas, meski tidak sampai terjadi bentrokan fisik.
Seorang pemuda setempat, Ferdinal, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan ketegangan dipicu perbedaan sikap warga terhadap keberadaan tambang di Nagari Kasang.
“Memang ada dua kelompok. Sebagian warga menolak karena khawatir dampak lingkungan dan jalan rusak. Sementara yang lain mendukung karena merasa tambang memberi penghasilan bagi masyarakat,” kata Roni Ferdinal saat dihubungi Sumbarkita, Selasa (24/2).
Menurut Ferdinal, aksi blokade dilakukan sebagai bentuk protes terhadap aktivitas truk tambang yang dinilai semakin intens melintas di jalan nagari. Warga yang menolak berharap ada kejelasan dan penertiban dari pihak terkait.
“Yang menolak merasa tidak dilibatkan dan menilai dampaknya sudah mulai dirasakan. Tapi di sisi lain, ada juga warga yang bekerja di tambang atau mendapat manfaat ekonomi,” ujarnya.
Ia menambahkan, perbedaan pandangan tersebut sudah berlangsung cukup lama, namun belakangan kembali memuncak seiring meningkatnya aktivitas operasional tambang.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan tambang maupun pemerintah nagari terkait insiden tersebut.
















