Kabarminang — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mengakui kebijakan efisiensi belanja yang diterapkan pemerintah pusat sejak 2025 berdampak terhadap keuangan daerah. Penurunan tidak hanya terjadi pada dana transfer ke kabupaten, tetapi juga pada alokasi anggaran untuk nagari yang disebut turun signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut berdampak terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nagari. Meski demikian, Bupati Solok Selatan, Khairunas, menegaskan keterbatasan anggaran tidak akan menghentikan upaya pembangunan daerah.
Pernyataan itu disampaikan Khairunas saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadan di Masjid Dakwatul Ilahi, Jorong Batang Limpauang, Nagari Pakan Rabaa Tangah, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Senin (23/2/2026).
“Anggaran pemerintah kabupaten berada dalam kondisi efisiensi, namun ini tidak mematahkan semangat untuk terus membangun Solok Selatan,” ujarnya.
Ia menyebutkan seluruh program yang tercantum dalam visi dan misi pemerintah daerah tetap dijalankan.
“Pemerintah kabupaten berupaya mencari dukungan pendanaan dari berbagai sumber, termasuk pemerintah pusat,” ujarnya.
Ia melanjutkan, di sektor pendidikan, program seragam gratis yang sebelumnya telah berjalan akan ditingkatkan menjadi program seragam dan sekolah gratis.
“Dalam hal ini kami telah menggandeng Pemerintah Provinsi Sumatera Barat agar program tersebut dapat menjangkau hingga tingkat SMA sederajat,” ujarnya.
Sementara itu, program Satu Jorong Satu Rumah Tahfidz tetap dilanjutkan. Saat ini tercatat 432 Rumah Tahfidz dengan 3.628 hafiz dan hafizah.
“Program ini tidak hanya diarahkan untuk mencetak generasi muda yang berpotensi menjadi pemimpin, tetapi juga memperkuat pembinaan akhlak,” tuturnya.
Pada sektor kesehatan, pemerintah daerah mencatat sebanyak 99,07 persen masyarakat telah tercover dalam jaminan kesehatan nasional.
“Kami juga berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Kami juga menargetkan peningkatan kemampuan UMKM agar mampu bersaing dan naik kelas,” ujarnya.
Ia mengimbau masyarakat untuk terus mendukung dan berpartisipasi dalam pelaksanaan program pembangunan daerah.
“Tentu kita masyarakat harus yakin bagaimana Solok Selatan tidak tertinggal dari kabupaten dan kota lainnya di Sumatera Barat,” imbuhnya.
















