Kabarminang — Dua bunga bangkai mekar bersamaan di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, pada akhir Februari 2026. Fenomena ini menjadi temuan pertama mekar kembar pada awal tahun di Sumatera Barat.
“Untuk fenomena mekar bersamaan ini adalah temuan pertama pada awal 2026 di Sumatera Barat, mekarnya di hutan,” kata Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Syahrul Fitra, kepada Sumbarkita, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan, bunga pertama diperkirakan mulai mekar sempurna pada 19 Februari 2026, kemudian bunga kedua menyusul pada 22 Februari 2026.
“Keduanya memiliki ukuran yang berbeda. Pertama memiliki ketinggian 202 cm, yang kedua mencapai 250 cm atau 2,5 meter,” ujarnya.
Syahrul menyebutkan, kedua bunga tersebut mengeluarkan aroma yang sangat menyengat ketika mencapai fase mekar sempurna.
“Iya, bunga ini mengeluarkan aroma yang sangat kuat, mirip dengan bau bangkai tikus,” katanya.
Selain fenomena mekar kembar di Tilatang Kamang, BKSDA Sumbar juga mencatat satu bunga bangkai mekar pada 12 Januari 2026 di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, dengan tinggi 113 cm.
Diketahui, bunga bangkai merupakan tumbuhan dari famili talas-talasan (Araceae) yang endemik dari daerah hutan tropis dan eksokarst, khususnya di wilayah Sumatra, Indonesia.
Bunga ini termasuk kategori terancam punah (Endangered) menurut IUCN dan dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 yang telah diperbarui dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, serta Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018.
















