Kabarminang — Masyarakat Sumatera Barat memiliki cara khas dalam menyambut Ramadan, salah satunya melalui tradisi Pasa Pabukoan atau pasar kuliner musiman. Pasa ini menjadi pusat berburu takjil dipusatkan di satu lokasi dan hanya hadir selama Ramadan.
Pasa Pabukoan bukan sekadar tempat jual beli makanan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang selalu ramai menjelang waktu berbuka. Beragam olahan makanan dan minuman tersedia, mulai dari takjil, makanan berat, hingga kuliner tradisional seperti lamang tapai yang kerap menjadi favorit masyarakat.
Tradisi ini juga memberi dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Momentum Ramadan dimanfaatkan pedagang untuk meningkatkan pendapatan, sementara pemerintah daerah umumnya menata lokasi pasar agar lebih tertib, nyaman, dan mudah diakses warga.
Berikut Lokasi Pasa Pabukoan di Sumatera Barat selama Ramadan 1447 Hijriah:
Kota Padang
Di Kota Padang, pasa pabukoan dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol, Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Belakang Pondok, Kecamatan Padang Selatan. Lokasi ini menjadi salah satu titik favorit warga untuk berburu menu berbuka puasa.
Pasar mulai beroperasi sejak 18 Februari 2026 dan buka setiap hari mulai pukul 13.00 WIB hingga menjelang waktu berbuka selama Ramadan. Sebanyak 29 pelaku UMKM menempati 39 meja yang disediakan panitia. Mereka menawarkan beragam pilihan takjil, minuman segar, makanan ringan, hingga aneka sambal dengan harga relatif terjangkau.
















